Teladan 4 Pahlawan Nasional Asal Kauman – NewsMuh


Pdpmjogja.org, Gondomanan – Dalam rangka Milad ke 86 Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Jogja mengadakan Talkshow bertajuk Meneladani 4 Pahlawan Nasional Asal Kauman Bagi Generasi Milenial. Acara yang digelar pada Ahad (29/4) di Masjid Gedhe Kauman Jogja ini menghadirkan pembicara diantaranya Munichy B Edrees, Gunawan Budiyanto, Noor Rochman Hadjam dan Budi Setiawan. 

Melalui acara ini, PDPM Kota Jogja ingin mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dalam dengan sosok 4 pahlawan nasional asal Kauman. 4 Pahlawan Nasional yang berasal  dari Kauman adalah KH. Ahmad Dahlan, Nyai Ahmad Dahlan, H. Fahruddin, dan Ki Bagus Hadikusumo.
Ketua PDPM Kota Yogyakarta yang sekaligus menjadi moderator pada Talkshow ini Ghifari Yuristiadhi menyampaikan kekagumannya kepada Kauman. Tidak mudah muncul 4 tokoh pahlawan nasional yang berasal dari satu kampung. Selain itu, Pahlawan Nasional yang lahir dari Kauman merupakan sosok yang sangat bersahaja dan memiliki keikhlasan berjuangan untuk agama, bangsa dan negara.
Siapa yang tidak mengenal KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah yang sejak awal telah berkorban baik pikiran, tenaga dan harta untuk mendidik masyarakat Islam di Jogja untuk lebih maju. Terkadang KH. Ahmad Dahlan harus menjual harta bendanya demi menlanjutkan perjuangan dakwahnya. 
Selain itu, Istri KH. Ahmad Dahlan yang juga menjadi pahlawan nasional juga memiliki peranan penting dalam perjuangan dahwah suamianya. Istri yang senantiasa ikhlas mendampingi suami dalam berjuang harus menjadi inspirasi bagi kaum perempuan saat ini. Tidak hanya mendampingi suami, Siti Walidah juga berperan penting dalam berdirinya organisasi perempuan terbesar di Indonesia Aisyiyah. Meski tidak harus menjadi Ketua Aisyiyah pertama, peran Siti Walidah untuk Aisyiyah secara khusus dan kaum perempuan secara umumnya tidak diragukan lagi.
Begitu pula dengan H. Fahruddin, murid KH Ahmad Dahlan ini secara konsisten meneruskan perjuangan Muhammadiyah, terutama dalam bidang politik. H. Fahruddin pernah bergabung dengan Sarikat Islam (SI) dan kemudian memilih untuk tetap di Muhammadiyah.
Di era kemerdekaan, sosok Ki Bagus Hadikusumo juga andil besar dalam mewujudkan Indonesia yang merdeka. Menurut rektor UMY Gunawan Budiyanto, perjuangan dan pengorbanan Ki Bagus Hadikusumo untuk bangsa ini tidak diragukan lagi. Terutama terkait dihapuskannya 7 kata pada Pancasila. Hal itu dilakukan semata-mata demi berdirinya bangsa ini ditengah agresi militer Belanda yang ingin menguasai kembali negara ini.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *