MCCC Karanganyar Mulai Sebar Hand Sanitizer – Portal Informasi dan Dakwah Kabupaten Karanganyar – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan kabar terbaru, MCCC Karanganyar Mulai Sebar Hand Sanitizer – Portal Informasi dan Dakwah Kabupaten Karanganyar

KARANGANYAR – Giat Muhammadiyah Covid 19 Comand Center (MCCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar hingga hari ini, Rabu (01/04) hampir tidak ada jedanya sejak dibentuk sekitar dua pekan lalu. Setelah tahap awal prioritas kegiatan penanggulangan virus Corona yang berasal dari Wuhan-China ini tim lebih focus pada desinfektanisasi dan edukasi, hari ini secara masal dimulai pembagian Hand Sanitizer.

Menggandeng Ortom Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) MCCC Karanganyar bergerak membagikan Hand Sanitizer kemasan botol spray. “Hari ini ada delapan personil dari IPM dan NA yang terlibat membabtu MCCC membagi-bagikan ratusan botol Hand Sanitizer”. Kata Ahmad Zaki Mustofa salah satu Tim MCCC yang juga Direktur Lazismu PDM Karanganyar.

Pembagian Hand Sanitizer dari MCCC Karanganyar sendiri menyasar kepada warga masyarakat yang berpotensi sering melakukan interaksi dan tergolong kalangan menengah kebawah. Dihimpun dari data yang ada di Posyan MCCC Karanganyar di Kompleks Lazismu Center setidaknya ada lima titik lokasi pembagian Hand Sanitizer antara lain Terminal Bejen, Pasar Tegalgede, Pasar Jungke, Terminal Jungke dan depan Kantor Pegadaian Karanganyar.

Ayuk Haryanti, salah satu relawan MCCC dari IPM Karanganyar yang ikut membagikan Hand Sanitizer mengungkapkan jika masyarakat bawah antusias menyambut pembagian bahan pembersih kuman untuk tangan ini. “Banyak yang senang pak, selain mendapat Hand Sanitizer para bakul pasar, tukang parkir, sopir angkot dan masyarakat lain bisa sekalian kita edukasi tentang bahaya Corona dan bagaimana mencegah dengan pola hidup bersih dan sehat”. Ungkap Ayuk selesai distribusi Hand Sanitizer dari pasar Jungke.

Terpisah Ahmad Zaki Mustofa mengatakan jika mulai dari desifektanisasi, pemasangan sticker-sticker edukasi dan pembagian Hand Sanitizer diberikan secara gratis. “Sudah lebih dari 500 lokasi yang kita semprot desinfektan, ratusan sticker edukasi kita tempel dan hari ini kita bagikan ratusan botol Hand Sanitizer secara cuma-cuma. Kami juga sudah merancang program jangka panjang jika penaggulangan Covid 19 harus berlarut, namun harapan kami bisa segera tuntas dan bebas Corona. Dampak kebutuhan mendasar masyarakat bawah yang terdampak secara ekonomi harus juga kita pikirkan”. Kata Zaki yang juga guru salah satu MI Muhammadiyah ini. (MPI PDM Kra-JOe). Sumber : Humas MCCC PDM Karanganyar.



Demikian kabar terbaru MCCC Karanganyar Mulai Sebar Hand Sanitizer – Portal Informasi dan Dakwah Kabupaten Karanganyar , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Surat Edaran PDM Kendal Tentang Kewaspadaan & Antisipasi Penularan Wabah Covid-19 – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan berita terbaru, Surat Edaran PDM Kendal Tentang Kewaspadaan & Antisipasi Penularan Wabah Covid-19


Sedangkan untuk guru dan karyawan muhammadiyah, surat edaran dari Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Kendal adalah sebagai berikut :



Demikian berita terbaru Surat Edaran PDM Kendal Tentang Kewaspadaan & Antisipasi Penularan Wabah Covid-19 , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Antisipasi Corona, UMS Gelar Seleksi Mahasiswa Baru lewat Program E-seleksi – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan kabar terbaru, Antisipasi Corona, UMS Gelar Seleksi Mahasiswa Baru lewat Program E-seleksi – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, PABELAN — Di tengah merebaknya pandemi Corona Virus Covid-19, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki kesulitan untuk mengakses secara langsung proses seleksi yang selama ini digunakan UMS dalam menyaring mahasiswa baru melalui jalur computer based test (CBT) atau tes berbasis komputer).  


Maka untuk menyiasati hal itu, UMS menggelar seleksi mahasiswa baru dengan menggunakan metode seleksi secara online atau E-seleksi. Langkah ini juga dimaksudkan untuk mencegah atau menghindari penyebaran virus corona, jika terjadi kerumunan atau interaksi yang berdekatan antar orang. Program E-seleksi UMS ini juga memudahkan masyarakat yang ingin mendaftar di kampus ini di tengah situasi dan kondisi akibat wabah corona ini.


Program CBT untuk seleksi mahasiswa baru yang selama ini dikenal dengan nama One Day Service (ODS) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMS tersebut biasanya dilaksanakan di kampus atau di tempat-tempat yang telah ditunjuk oleh panitia PMB, seperti di sekolahan dan lainnya.


“Namun, dengan adanya wabah corona ini, kami menyadari memiliki kesulitan mengakses calon mahasiswa baru dan menggelar seleksi penerimaan dengan CBT. Menyikapi hal tersebut, maka dikembangkan e-seleksi mahasiswa baru UMS berbasis portofolio,” ungkap Wakil Rektor 1 UMS, Muhammad Da’i.


Dikatakan Muhammad Da’i, program E-seleksi UMS ini dilakukan untuk semua jurusan di UMS, termasuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi. Adapun basis seleksi berdasarkan nilai rapot yang diperoleh oleh calon mahasiswa di tahap SMU dari semester I – V. Seleksi ini dapat diikuti pula oleh lulusan tahun 2018 dan tahun 2019.


“E-seleksi UMS ini memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk dapat melanjutkan studi di UMS. Masyarakat cukup dengan mengunjungi http://e-seleksi.pmb.ums.ac.id. Peserta seleksi dapat menambahkan informasi tambahan prestasi yang diperoleh ketika studi di SMU dan yang sederajat untuk tambahan pertimbangan dalam penerimaan mahaasiswa UMS,” katanya.


Selanjutnya, hasil seleksi melalui jalur ini akan diumumkan setiap pekan. “Kami berharap proses seleksi ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk dapat mengakses belajar di UMS. Proses seleksi ini merupakan respon kesiapan UMS dalam menghadapi disrupsi akibat Covid19. Proses ini akan dilaksanan seterusnya, sehingga dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh pelosok tanah air, tanpa kendala waktu dan jarak,” ujar Muhammad Da’i. (Syifa)


Sumber : Humas UMS


 



Demikian kabar terbaru Antisipasi Corona, UMS Gelar Seleksi Mahasiswa Baru lewat Program E-seleksi – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Aura Politik Dilematis | Tabloid Cermin – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan kabar terbaru, Aura Politik Dilematis | Tabloid Cermin

M. Danusiri/Istimewa

Oleh: M. Danusiri*

TabloidCermin.Com – Realitas sejarah politik di dunia manapun selalu menghadirkan konflik sosial. Karena begitu kerasnya konflik dalam politik, Nicolo Machiavely mendefinisikan manusia sebagai serigala satu bagi lainnya (homohomini lopus). Artinya, kalau sudah merambah kehidupan politik, hakikat kemanusiaan manusia hilang dan berubah menjadi serigala. Itulah sebabnya tatanan apapun: tradisi, kultural, sosial, seni, estetika, maupun agama sangat terganggu, meskipun format politik yang paling moderat sekalipun.

Sejarah peralihan kekuasaan di negeri ini sejak zaman kuno: dari kerajaan Kediri pecah menjadi dua yaitu Daha dan Kediri, dari Kediri ke Majapahit, dari Majapahit ke kerajaan Islam Bintara Demak, dari kerajaan Demak ke kerajaan Pajang di solo, dari Pajang Solo ke kerajaan Mataram Yogyakarta, era penjajahan VOC, Hindia-Belanda, Portugis, Inggris sebagai bagian dari sekutu, Nippon Jepang, Belanda berusaha kembali ke Indonesia, dari penjajahan ke kemerdekaan, dari kemerdekaan ke era orde lama, dari orde lama ke orde baru, dari orde baru ke Indonesia baru, dari Indonesia baru ke era sekarang ini, selalu menumpahkan darah. Korbannya justru kebenyakan orang-orang yang tidak akan menerima kue gurihnya politik. Sungguh realitas politik selalu memilukan, tetapi anehnya manusia justru gemar bertaruh judi di hingar-bingarnya politik.

Keharusan Ada Pemimpin
Rasulullah saw mengharuskan umat, di manapun dan kapanpun, ada pemimpinnya. Demikian hal ini dapat dilihat di salah satu sabda beliau:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

Dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila ada tiga orang yang keluar dalam suatu perjalanan, maka hendaknya mereka menunjuk salah seorang dari mereka sebagai pemimpin (HR. Abu Dawud, 2241, 2242; Ahmad, 6360).

Dari hadis ini dapat dipahami bahwa hanya kepentingan sementara dan hanya terdiri atas tiga orang. satu diantaranya harus diangkat menjadi pemimpin, apalagi kalau kumpulan orang itu disebut bangsa dan mendiami areal bumi yang begitu luas. Keberadaan pemimpin adalah suatu keniscayaan.

Karena kehadiran pemimpin begitu urgen, hingga Rasullah menganjurkan sabar jika ada tindakan pemimpin menjadikan rakyat tidak senang, susah, dan gelisah. Demikian sabda Nabi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ خَالَفَ الْجَمَاعَة شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَتُهُ جَاهِلِيَّةٌ

Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa melihat sesuatu yang dia benci dari pemimpinnya, maka hendaklah dia bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa yang menyelisihi jama’ah walau hanya sejengkal, lalu ia mati, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Ahmad, 2357,2568,2683, ad-Darimi, 2407; Muslim 3438, 3439, Bukhari, 6530,6531,6610).

Ketidak senangan rakyat terhadap penguasa tentu banyak sebab, antara lain: kurang diurus, kebijakannya menguntungkan kelompok tertentu saja, norma agama-agama banyak yang diabaikan, rakyat terbebani begitu berat demi kepentingan Negara, bernuansa ateisme-komunisme, hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, korupsi di kalangan atas hanya ditangani dengan cara tebangpilih atau hanya sekedar’ketoprak’, atau secara umum rakyat merasa terdhalimi. Dalam posisi demikian, rakyat harus bersabar. Rakyat tidak boleh memberontak. Kalau sampai memberontak dan terbunuh karenanya, ia terhitung mati konyol (jahiliah), sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

Realitas kesabaran rakyat terhadap penguasa dhalim dianjurkan untuk tidak bergabung dan mendukungnya. Jika rakyat yang tidak bergabung dalam pemerintahan dhalim dan pembohong menghimpun kekuatan politik, maka format politiknya harus oposisi. Jika partai itu berkoalisi dengan pemerintah, itu namanya bergabung untuk mendukung kebohongan dan kedhalimannya. Demikian antara lain petunjuk Nabi:

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ دَخَلَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ وَبَيْنَنَا وِسَادَةٌ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ يَكْذِبُونَ وَيَظْلِمُونَ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكِذْبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَيُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ

Dari Ka’ab bin Ujrah ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar atau masuk menemui kami, saat itu kami berjumlah sembilan orang. Dan di antara kami ada bantal yang terbuat dari kulit. Beliau lalu bersabda: “Sesungguhnya akan ada setelahku para pemimpin yang berbuat kedustaan dan kezhaliman. Barangsiapa mendatangi mereka kemudian membenarkan kebohongan mereka, atau membantu mereka dalam kezhalimannya, maka ia bukan golonganku dan aku bukan golongannya. Serta ia tidak akan minum dari telagaku. Barangsiapa tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak membantu mereka dalam berbuat dhalim, maka ia adalah golonganku dan aku adalah golongannya. Kelak ia akan minum dari telagaku (HR.Ahmad,17424, at-Turmudzi, 2185, an-Nasai).

Fenomena NKRI
Ini tidak menuduh penguasa atau siapapun. Hanya rakyat merasakan banyak terdapat sejumlah gejala di negeri ini yang kurang menguntungkan rakyat. Pertama, ketenagakerjaan, banyak rakyat menganggur tetapi mendatangkan ratusan ribu tenaga kasar asing dengan gaji yang sangat fantastik diukur dari UMR daerah manapun di negeri ini.

Kedua, Perekonomian Negara sangat menguntungkan pihak asing, terutama yang berbau dengan ras Cina-komunisme.Rumor ramai, negeri ini dicengkeram Sembilan naga.

Ketiga, komunisme yang secara perundang-undangan bertentangan dengan pancasila dibiarkan tumbuh. Malah sepertinya di-kudang-kudang.

Keempat, pemilikan tanah oleh konglomerat, terutama yang berbau dengan ras Cina sangat mengkhawatirkan rakyat banyak. Banyak kasus hunian rakyat sejak puluhan tahun digusur begitu saja lataran sudah ada pemilik baru legal bersertifikat yang pemrosesannya senyap.

Kelima, kebijakan kebutuhan sembako lebih mengutamakan mengimpor daripada memberdayakan petani dalam negeri.

Keenam, Pajak, BPJS, listrik, BBM, dan tabung gas melon untuk kebutuhan rakyat meningkat tajam, merupakan beban yang ditanggung oleh rakyat bawah.

Ketujuh, mega korupsi seperti jiwasraya, asabri, centruri, dan masih banyak lagi sangat merugikan Negara. Justru kasus ini berada di lingkungan istana.

Kedelapan, Uluk salam menurut ajaran Nabi Muhammad diganti dengan salam pancasila

Kesembilan, ungkapan viral penghinaan terhadap agama, bahwa agama adalah musuh terbesar Negara tidak diambil tindakan hukum oleh Negara

Kesepuluh, Komunitas LGBT dilindungi Negara dan tidak dibina agar kembali kepada orientasi gender yang jelas, legal, dan sah menurut aturan agama.

Kesebelas, diskrimanasi membabibuta terhadap agamawan dengan klaim radikalisme

Keduabelas, penghitungan hasil pemilu yang kurang valid dan pengumuman pemilu tengah malam, yang ini tentu sangat kurang lazim.

Ketigabelas, Penyelenggara pemilu tingkat desa, yang konon lebih dari 500 orang meninggal tanpa ada pengusutan.

Keempatbelas, Orang Islam dituduh teroris, begitu mudah dideteksi keberadaannya, mencari Harun Masiku nggak ketemu-ketemu.

Tentu masih banyak lagi hal-hal yang sebenarnya muncul dari kebijakan atau perilaku politik yang tidak mengindahkan kejujuran. Ke 14 poin ini sudah cukup untuk menyatakan bahwa aura politik negeri ini kurang kondusif. Menjadi musibah besar ketika tokoh atau ormas Islam justru bukan hanya sekedar mendukung, melainkan mencari untung dengan aji mumpung.

Dalam posisi ini, umat Islam yang sadar akan makna hadis di atas harus bersabar. Mereka tidak memberontak, tetapi juga tidak mendukung dan membenarkan, apalagi bergabung. Sudah barang tentu, hal-hal yang secara esensial sinergi dengan doktrin agama, terutama agama Islam. Umat Islam wajib mendukungnya. Contoh menjalin kerukunan terhadap pemeluk agama yang berbeda.

Dalam aura politik sekarang ini, ormas atau parpol yang menggunakan label atau bernuansa Islam mestinya tidak mendukung dan tidak bergabung terhadap seluruh kebijakan politik yang kurang menguntungkan rakyat banyak. Pemihakan harus dijatuhkan pada oposisi, tetapi tidak dengan kekerasan, melainkan dialog demokratis untuk menuju kehidupan makmur yang berkeadilan, atau adil yang berkemakmuran. Pada gilirannya, bukan sabar yang harus diinjeksikan kepada massa, melainkan rasa syukur. []

*Penulis adalah Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PWM Jawa Tengah.



Demikian kabar terbaru Aura Politik Dilematis | Tabloid Cermin , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Jadwal Imsakiyah 1441 H/2020 M – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan informasi terbaru, Jadwal Imsakiyah 1441 H/2020 M

Silahkan Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1441 H seluruh Indonesia di bawah ini:

1. Banda Aceh

2. Ambon

3. Banjarmasin (Kalsel)

4. Bengkulu

5. Bandung (Jabar)

6. Denpasar (Bali)

7. DIY

8. DKI

9. Jambi

10. Jayapura



Demikian informasi terbaru Jadwal Imsakiyah 1441 H/2020 M , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Apakah Muhammadiyah di Tingkat Kecamatan Diam Saja saat Pandemi Korona Merajalela, Ini Jawabannya – NewsMuh



news.tarjih.id menyuguhkan kabar kekinian, Apakah Muhammadiyah di Tingkat Kecamatan Diam Saja saat Pandemi Korona Merajalela, Ini Jawabannya

Satgas Relawan Lawan Covid-19 Lazismu MDMC PDM Kota Surabaya. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Zona merah Kota Surabaya yang semakin hari semakin naik dan semangat Wali Kota Surabaya Ibu Dr (HC) Tri Rismaharini MT yang tiada henti menyuguhkan gebrakan untuk warga membuat Pimpinan cabang Muhammadiyah (PCM) tingkat kecamatan tidak tinggal diam. Dengan dibantu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, mereka bergerak dengan apa yang bisa dilakukan untuk warga.

“Selain posko di PDM, kami juga membentuk Satgas Relawan Lawan Covid-19 Lazismu MDMC PDM Kota Surabaya yang sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pembuatan dapur umum, empon-empon, pembagian masker, hand sanitaizer, penyemprotan disinfektan ke seluruh amal usaha, pembagian semprotan ke PCM, dan kita usahakan bantuan bilik both disinfektan,” ujar Ketua PDM Kota Surabaya Dr H Mahsun Jayadi MAg.

“Dan hari ini, Kamis (2/4/2020), PCM tingkat kecamatan bergerak semua di 31 titik kecamatan mengadakan penyemprotan serempak,” lanjut pria yang juga menjabat wakil rektor I Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.

Inovasi Muhammadiyah Kota Surabaya patut diapresiasi. Sebab, selain menggerakkan donasi lewat Lazismu PDM Kota Surabaya, hubungan kemitraan dengan wali kota Surabaya berjalan dengan baik. Karena itu, penanganan Covid-19 di Kota Surabaya berjalan sesuai dengan amanat wali kota Surabaya. Sebelumnya, wali kota Surabaya memberikan bantuan 31 alat penyemprotan disinfektan.

“Dengan kegiatan penyemprotan disinfektan serempak di 31 kecamatan yang bergerak lewat PCM, kami nyatakan jihad ini diteruskan sampai pada pembentukan bantuan gudang sembako bagi warga yang terdampak ekonominya dalam pandemi Covid-19 ini, khususnya warga miskin,” kata Mahsun.

“Saatnya kita berbagi, saatnya kita tidak melihat yang di atas, mulai dari kita, mulai dari kampung kita, dan mulai sekarang. Penyemprotan berikutnya tiap hari keliling tidak boleh berhenti bergerak bersama rakyat dan kalau ada warga yang kampungnya minta disemprot disinfektan, wajib untuk dibantu. Tempat ibadah agama lainnya juga harus diprioritaskan,” tambah pria asli Lamongan yang selalu tampil energik itu.

Berikut data penyemprotan serentak di 31 kecamatan melalui PCM-PCM pada Kamis, 2 April 2020, pukul 09.00-12.00 WIB. (Achmad San)

1. GENTENG
Lokasi:
Kantor PCM
Jl. Peneleh
Panti Asuhan Muhammadiyah Putra
Jl. Grogol
Panti Asuhan Muhammadiyah Putri
Jl. Peneleh VI
SD Muhammadiyah 2
Jl. Peneleh
Mushalla Bahagia
Jl. Makam Peneleh
Mushollaa As-Sa ‘dah dan sekitarnya

2. SEMAMPIR
Lokasi: Jalan Bulaksari dan sekitarnya

3. TEGALSARI
Lokasi:
Masjid Al-Ikhlash
Wonorejo IV/97

4. WONOKROMO
Lokasi:
– Kompleks Perg. Gadung
Gadung Gg III/7 dan sekitarnya
– SD Muhammadiyah 7
Jl. Jagir Sidomukti
– SD Muhammadiyah 24
Ketintang 47

5. KARANGPILANG
Lokasi: Menunggu rapat malam ini

6. TANDES
Lokasi:
RT 01 RW 04
Banjar Sugihan

7. GUBENG
Lokasi:
Masjid Al-Huda
Kertajaya IV/50

8. PABEAN CANTIAN
Lokasi:
Rumah warga

9. TAMBAKSARI
Lokasi:
Panti Asuhan Muhammadiyah
Jl. Gersikan No. 59 dan warga sekitarnya

10. SIMOKERTO
Lokasi:
– Kantor PCM
– Perguruan Muhammadiyah Kapasan
Jl. Kapasan No. 73-75
– Jl. Gembong belakang Perguruan

11. SAWAHAN
Lokasi:
– Masjid Istiqomah
Petemon IV / 190 C & sekitarnya
– Rumah Pimpinan dan warga sekitar di wilayah Sawahan

12. SUKOLILO
Lokasi:
– Masjid Baitul Muttaqin, TK ABA 53
Jl. Keputih II/23
– SD Muhammadiyah 26
Jl. K.H.A. Dahlan

13. KREMBANGAN
Lokasi: Wilayah
Dupak Bandarejo
Dupak Bangunsari
Tambak Sari

14.BUBUTAN
Lokasi:
– Kantor PCM Bubutan
Jl. Dupak Jaya V / 53
– SMP Muhammadiyah 7
Jl. Dupak Jaya V / 49 – 53
– Rumah Warga sekitar Kantor PCM Bubutan
Jl. Dupak Jaya V
– SD Kreatif Muhammadiyah 20
Jl. Tembok Dukuh Buntulan No. 7

15. WONOCOLO
Lokasi:
Masjid Fastabiqul Khoirot
TK ABA 13
Jl. Jemur Wonosari

16. RUNGKUT
Lokasi:
Perguruan Muhammadiyah Rungkut
(MIM 27, PAUD, TK 69 & Masjid Baiturrahman)
Wonorejo Indah Timur Kav 21

17. KENJERAN
Lokasi:
Kantor PCM Kenjeran dan
rumah sekitar kantor PCM dan Pimpinan
Jl. Platuk 104

18. WIYUNG
Lokasi:
Kantor PCM Wiyung,
Warga Gogor, dan sekitarnya
Masjid At-Taqwa
Jl. Mastrip 174
Masjid At-Taubah
Jl. Wiyung Sawah Gg 3 dan warga sekitarnya

19. MULYOREJO
Lokasi: Masjid Baiturrahim dan warga sekitarnya

20. PAKAL
Lokasi: Masjid Al-Furqon
Raya Pakal AMD 7 dan warga sekitarnya

21. SAMBIKEREP
Lokasi:
Masjid Ak-Ikhlash
Raya Jelidro Sambikerep

22. GUNUNG ANYAR
Lokasi: Masjid Al Iqro’
dan warga sekitarnya

23. BULAK
Lokasi: Sekitar SD Bahari dan warga sekitar

24. SUKOMANUNGGAL
Lokasi:
– SD Muhammadiyah 29
Jl. Simokalangan Barat Tol
Gg. Trowongan
– Masjid Al Fatta, Jl. Simokalangan

25.LAKARSANTRI
Lokasi:
MI Muhammadiyah 27
Raya Bangkingan

26. NGAGEL
Lokasi:
– Kantor PCM
Jl. Pucang Jajar No. 22
dan sekitarnya
– Masjid Suhada
Jl. Ngagel Jaya Utara 102
– Masjid Al-Fath
Jl. Kalibokor Gg I/32-C
– Masjid Al-Adil
Jl. Juwingan 75-a

27. GAYUNGAN
Lokasi:
PRM Dukuh Menanggal No. 27, RW 8
Sasaran mushala/masjid
TK & rumah warga

28.TENGGILIS MEJOYO
Lokasi:
Masjid Al Kahfi
Jl. Kendangsari 55
dan warga sekitar

29. JAMBANGAN
Lokasi sekitar Masjid Al Huda Karah dan sekitar warga

30. DUKUH PAKIS
Lokasi:
Masjid Al-Fajar
Jl. Putat Indah Tengah dan warga sekitar

31. ASEMROWO
Lokasi:
Masjid Al Qolam
Jl. Tambak Dalam Baru 2/25 dan warga sekitar



Demikian kabar kekinian Apakah Muhammadiyah di Tingkat Kecamatan Diam Saja saat Pandemi Korona Merajalela, Ini Jawabannya , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Corona Sebagai Tolok Ukur Alam Berfikir Umat Islam Indonesia – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan kabar kekinian, Corona Sebagai Tolok Ukur Alam Berfikir Umat Islam Indonesia – Berita


Oleh: A’n Ardianto


Fenomena perdebatan posisi akal dan wahyu bukan hanya terjadi di Islam, melainkan di agama-agama lain tidak ubahanya sama. Di mana kebanyakan umat beragam masih memandang Wahyu dan akalsebagai suatu yang dipertentangan dan dipandangan melalui hubungan struktural. Alhasil, ada yang menempatkan akal diatas Wahyu ataupun sebaliknya. Padahal hubungan keduanya bisa diletakkansebagaihubungan fungsional, mengingat dua entitas ini tidak bisa berdiri masing-masing. Melainkan keduanya saling membutuhkan.


Padangan tersebut pernah disampaikan oleh Guru Besar Filsafat UIN Sunan Kalijaga, Musa Asy’arie. Dalam acara Pengajian Ramadhan 1440 H yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah di UMY, Musa menyinggung bahwa orang berakal/ulul albab harus cerdik menempatkan antara kecerdasan intelektual dan wahyu sebagai guide manusia.


Kecerdikan menempatkan dua entitas tersebut akan menciptakan kekuatan besar bagi manusia beragama untuk menciptakan peradaban yang berkemajuan. Karena Wahyu akan tidak bisa digunakan sebagai pedoman hidup jika menegasikan akal, dan akal relatif akan melenceng/keluar jalur jika tidak dibimbing Wahyu. Namun jika melihat fenomena tidak diindahkannya fatwa ulama dan institusi ulama kredibel oleh umat Islam di Indonesiatentang wabah virus corona, sepertinya alam pikir umat masih melihat hubungan Wahyu dan akal secara struktural.


Sehingga imbauan untuk tidak berkerumun/melaksanakan sholat berjamaah di masjid selama wabah covid-19terus dipermasalahkan. “Hanya PKI yang melarang orang sholat di masjid”. Teriak seorang jamaah masjid di salah satu daerah di Indonesia. Padahal bukan hanya PKI saja yang  melarang orang sholat berjamaah di masjid. Tapi Rasulullah juga pernah menegur orang yang bau mulut supaya tidak ikut sholat jamaah di masjid.


Jika diteorikan secara literal, menurut Emile Durkheim teori fungsional menganggap bahwa manusia dalam masyarakat sebagai suatu kesatuan/keseluruhan dengan sistem yang bekerja untuk menciptakan tatanan dan stabilitas sosial. Namun jika ditarik lebih luas yang mengaitkan antara peran akal manusia dengan wahyu sebagai pesan Tuhan. Maka, keberadaan akal sebagai representasi manusia menjadi kesatuan dalam sistem untuk memahami wahyu baik aqli maupun naqli.


Sehingga pelibatan akal dan wahyu sebagai penuntun manusia adalah mutlak dilakukan manusia sebagai upaya membangun peradaban lil alamin. Tidak boleh dipilih secara parsial, atau hanya menggunakan salah satu diantara dua entitas tersebut. Penggunaan akal dan wahyu secara fungsional diharapakan supaya dua entitas tersebut tidak lagi saling over lap.


Maka, jika alam pikiranumum masyarakat masih memandang hubungan akal dan Wahyu secara struktural, bisa dipastikan kejadian-kejadian seperti diatas akan selalu ada.Hubungan fungsional akal dan Wahyu sepertinya harus dijadikan akal pikiran umum umat Islam di Indonesia. Karena Tuhan telah memberikan akal kepada manusia, supaya manusia berusaha melakukan objektifikasi dan riset ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan umat manusia.


Dalam kasus wabah covid-19, sungguh tidak salah mempercayai hasil riset-riset kredibel sebagai pedoman hidup, tanpa harus menegasikan Wahyu, mengorbankan iman dan menanggalkan nyawa dengan ‘konyol’ disebabkan tidak ingin disebut menuhankan akal. Selain itu, di kitab suci (Al Qur’an) juga banyak perintah untuk menggunakan akal. Berarti menggunakan akal linier sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah Allah SWT.


Berkaca dari hal itu sudah seharusnya umat Islam Indonesia dalam memahami teks suci/wahyu sebagai pesan Tuhan, tidak hanya ditinjau secara tekstual (bayani). Namun juga kontektual (burhani) dan secara jelas melibatkan kejernihan hati (irfani). Sehingga keberadaan teks suci (Al Qur’an) bisa memerankan fungsi secara maksimal, dan sebagai sumber inspirasi/petunjuk bagi manusia. Dengan demikian maka kesalahan bukan di Al Qur’annya, melainkan pada manusianya yang salah dalam memahaminya.


Namun terkait dimentahkan nya imbauan untuk tidak berkerumun/berjamaah di masjid oleh umat Islam di Indonesia, juga bisa ditinjau dari berbagai aspek. Catatan ini lebih melihat dari sisi paradigmatik. Namun persoalan tersebut juga bisa dilihat dari sosio-kultural Masyarakat, etnografi, sosio-ekonomi, kultural studies, dll. Artinya adalah problematika yang terjadi di masyarakat muncul bukan hanya dari faktor tunggal, melainkan banyak faktor yang melingkupi nya. Kejadian ini menyadarkan kita betapa pentingnya melihat persoalan memakai kacamata holistik-integratif maupun multi-interdispilin.



Demikian kabar kekinian Corona Sebagai Tolok Ukur Alam Berfikir Umat Islam Indonesia – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

IPM Kota Palopo Gelar Diskusi Online Tentang Peran Pelajar Dalam Situasi Covid-19 – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan kabar kekinian, IPM Kota Palopo Gelar Diskusi Online Tentang Peran Pelajar Dalam Situasi Covid-19

KHITTAH.CO, KOTA PALOPO – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Palopo menggelar diskusi online mengenai peran IPM dalam situasi Wabah Covid-19, 29 Maret 2020.

Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah “Covid-19, IPM Bisa Apa?”.

Ketua Umum IPM Kota Palopo Muhammad Zainal Nur mengungkapkan, Diskusi ini sebagai gerakan sintetis dari social distancing dan psykal distancing sebagai pencegahan covid 19 dan kemanusiaan, kita ingin memberi kesan bahwa covid 19 ini hanya membatasi jarak dan kontak fisik dengan manusia namun silaturrahim sebagai kodrat kemanusian harus tetap erat dan sebagai pelajar, belajar tetap menjadi prioritas dalam kondisi seperti ini.

Sementara itu Muh. Furqan Ramli yang di daulat sebagai pemateri mengatakan, Dalam situasi wabah Covid 19 ini, sangat diharapkan seluruh elemen masyarakat saling gotong royong dalam menghentikan jalur penyebaran Covid 19, terkhusus kita para pengurus IPM yang memiliki basis massa pelajar yang menurut data Kemendikbud ada sekitaran 48 Jt pelajar di Indonesia. Minimal 5 % dari angka tersebut bisa termaksimal itu sudah sangat-sangat membantu.

“Kita harus berfikir dan bertindak bagaimana kita bisa memaksimalkan potensi organisasi ini untuk membantu pemerintah dalam menyelamatkan bangsa.” Ungkap Muh. Furqan Ramli yang juga Sekretaris Jendral PP IPM.

Selanjutnya, 1 pelajar dapat menyelamatkan ratusan orang. Dan seorang aktivis pelajar tentu harus tetap berkarya dalam situasi apapun.

Diskusi online ini di ikuti sebanyak 83 orang dari berbagai daerah seperti, Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, Ajatappareng dan juga dari Kalimantan Tengah. (*)

Muh. Zainal Nur



Demikian kabar kekinian IPM Kota Palopo Gelar Diskusi Online Tentang Peran Pelajar Dalam Situasi Covid-19 , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Sinergitas PCIM Hadang Penyebaran Covid-19 – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan kabar terkini, Sinergitas PCIM Hadang Penyebaran Covid-19 – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, TAIWAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Direktur Jenderal, Tedros Ahdanom Ghebreyesus pun secara resmi mengumumkan Virus Corona (Covid-19) sebagai pandemi, sejak Rabu 11 Maret 2020. WHO menyatakan Covid-19 sebagai pandemi karena penyakit menular ini tersebar dengan mudah diberbagai tempat di seluruh dunia.


Mewabahnya Virus Corona (Covid-19) yang hampir merata di seluruh dunia membuat semua pihak terus bergerak bersama demi mengupayakan penanganan dan pencegahannya. Hal itu yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan melalui forum dan gerakan “Muhammadiyah dan Corona: Belajar dari Pengalaman Dunia” bersama beberapa PCIM lain diantaranya PCIM Jepang, PCIM India, PCIM Malaysia, PCIM Korea Selatan, PCIM Prancis, PCIM Inggris, PCIM Tiongkok, PCIM Amerika Serikat.


Andi Azhar, Ketua PCIM Taiwan menjelaskan alasan diadakannya forum tersebut untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi di masing-masing negara yang terdapat PCIM nya tentang bagaimana dampak Virus Corona.


“Kita ingin sharing bagaimana negara-negara tersebut menangani  wabah Virus Corona. Tentu tiap negara memiliki strateginya masing-masing. Ada yg sudah sukses seperti Korsel, Taiwan, dan Cina, ada jg yg msh kewalahan seperti US dan Inggris,” kata Andi Azhar dalam keteranganya pada Selasa (31/3). 


Oleh karena itu, kata Andi melalui forum “Muhammadiyah dan Corona: Belajar dari Pengalaman Dunia” bisa dijadikan sebagai sarana belajar dan mengetahui secara langsung dari sudut pandang Warga Negar Indonesia (WNI) dan utamanya Warga Muhammadiyah yang tinggal di negara tersebut.


Lebih jauh Andi Azhar berharap para kader Muhammadiyah yang berada di luar negeri bisa ikut terlibat dalam penanganan dan pencegahan dengan strateginya masing-masing. Misalnya di PCIM Taiwan yang sejak Januari 2020 lalu sudah membagikan puluhan ribu masker kepada WNI di Taiwan dan mengedukasi TKI di Taiwan terkkait bagaimana perlindungan diri terhadap Virus Corona.


“PCIM Taiwan melalui Majelis Tarjih juga sudah mengeluarkan Fatwa untuk meniadakan shalat Jum’at dan sholat jamaah di Masjid atau Mushola di Taiwan. Fatawa ini selaras dengan himbauan pemerintah Taiwan serta Mejelis Ulama Taiwan. Selain itu melalui forum PCIM ini kami akan menggalang donasi, “ jelasnya.


Pihaknya melalui PCIM terus memantau kondisi terkini dampak Virus Corona yang terjadi di Indonesia. PCIM juga berharap pemerintah tidak segan untuk belajar sukses menghadapi wabah Virus Corona. (Andi)



Demikian kabar terkini Sinergitas PCIM Hadang Penyebaran Covid-19 – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Muhammadiyah Covid-19 Command Center Sleman Cegah Corona di Sleman – NewsMuh



news.tarjih.id menyuguhkan info terkini, Muhammadiyah Covid-19 Command Center Sleman Cegah Corona di Sleman

SLEMAN — Pandemi Wuhan Covid-19 yang berskala internasional telah menimbulkan korban jiwa yang banyak. Hal ini juga melanda Indonesia.

Wabah ini nyata dan berada di depan mata kita semua serta membawa dampak yang bisa mengancam kelangsungan kehidupan. 

Upaya penanggulangan bahaya Covid-19 ini mendapat respon cepat dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, kemudian menindaklanjuti instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Lantas bersama-sama membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas  mengkoordinasikan seluruh aktivitas Muhammadiyah dalam membantu Pemerintah melawan virus Corona.

Adapun strategi yang digunakan adalah menggerakkan semua sumber daya Muhammadiyah di semua tingkatan unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, Lembaga Penanggulangan Bencana, Lembaga Amil Zakat Infak Shodaqoh, Majelis Pelayanan Sosial, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah beserta organisasi otonom untuk mencegah dan memutus penyebaran virus corona atau Covid-19. “Khususnya di lingkungan Kabupaten Sleman,” tandas H Tuyahmin selaku koordinator.



Demikian info terkini Muhammadiyah Covid-19 Command Center Sleman Cegah Corona di Sleman , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi