Lazismu Salurkan Bantuan Paket Ramadan ke Rohingya dan Gaza – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan info terbaru, Lazismu Salurkan Bantuan Paket Ramadan ke Rohingya dan Gaza – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, ROHINGYA – Di tengah krisis pandemi global, Lazismu sebgai lembaga amil zakat nasional dalam program Ramadan Memberdayakan, telah menyalurkan bantuan bertajuk ketahanan pangan yang secara nasional serentak digaungkan untuk para penerima manfaat.


Sementara selain di dalam negeri, perhatian Lazismu di Ramadan juga tertuju ke Rakhine State, Myanmar, untuk menyalurkan bantuan paket ramadhan ke penerima manfaat. Nasharudin yang berada di lokasi sekaligus mewakili Lazismu mengatakan, dalam penyaluran bantuan ini, Lazismu berkolaborasi dengan Community Initiative Development (CID).


Nashar mengungkapkan secara manajemen kolaborasi Lazismu dan mitra lokal di Myanmar di bawah arahan Padi Global Asia (PGA) dan secara legalitas lapangan di bawah CID.


“Alhamdulillah dengan sinergi ini banyak mendapatkan kemudahan akses dan penerimaan pemerintah dan masyarakat di lapangan serta komunitas lainnya,” terangnya.


Lebih lanjut Nashar menjelaskan, dalam penyaluran bantuan itu penerima manfaatnya semua adalah Rohingya. Ada 4 titik yang menjadi target penyaluran bantuan paket ramadhan, pertama dua masjid di Dar Paing Camp yakni masjid in Makee Myaing village dan masjid in Nga Pwint Gyi village pada Sabtu, 23 Mei 2020.


Total penerima penerima manfaatnya sekitar 800 dalam bentuk menu buka puasa (iftar) dan 200 di antaranya anak-anak yang membawa pulang untuk makan di rumah. Diperkirakan ada 1000 penerima manfaat iftar. Sedangkan paket ramadan dibagikan untuk 100 kepala keluarga.


 “Jika 1 KK terdiri dari 6 anggota keluarga, maka bisa dikatakan 600 orang memperoleh manfaat bantuan paket Ramadan ini,” terangnya mengabarkan dari lapangan yang di Indonesia menunjukkan waktu pukul 01.05 WIB, tanggal 24 Mei 2020. Secara keseluruhan menurutnya, ada 1600 penerima manfaat, sambung Nashar yang juga penanggung jawab CID.


Tepi Barat, Gaza


Sebelumnya Lazismu melalui Muhammadiyah Aid, juga telah menyalurkan paket bantuan Raamdhan untuk warga yang berada di Tepi Barat, Gaza, Palestina. Penanggung Jawab Muhammadiyah Aid, Wachid Rdwan mengatakan, bantuan ke Tepi Barat disalurkan melalui Al-Tsauri Silwan Women Center (AWC) dan bantuan ke Gaza disalurkan melalui International Education Scientific and Cultural Organisation  (IESCO).


Wachid mengatakan, bantuan yang disalurkan sebagai bingkisan Ramadhan diperuntukkan bagi duafa dan warga yang terdampak covid-19, khususnya mereka yang tidak punya penghasilan tetap karena wilayah masing-masing dalam kondisi lockdown. Jumlah dana yang disalurkan sebesar USD 6.500 (enam ribu lima ratus Dolar) untuk Tepi Barat dan USD 6.500 (enam ribu lima ratus dolar) yang dikemas dalam bentuk paket sembako.


Wachid menuturkan, bantuan paket Ramadan ke Pelestina dilakukan sejak 7 Mei sampai 22 Mei 2020 sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita di sana yang tengah bertahan melawan wabah Covid-19.


Sumber: (Media lazismu)



Demikian info terbaru Lazismu Salurkan Bantuan Paket Ramadan ke Rohingya dan Gaza – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Kerja Nyata MCCC Pinrang Lawan Penyebaran Covid-19 – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan kabar kekinian, Kerja Nyata MCCC Pinrang Lawan Penyebaran Covid-19 – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, PINRANG– Muhammadiyah Covid 19 Comand Center (MCCC) kabupaten Pinrang bersama Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lasizmu) Kabupaten  Pinrang resmi menutup kegiatan berbagi paket buka puasa yang dijalankan selama bulan Ramadan. Sebanyak 753 paket telah berhasil disalurkan.


Penanggung Jawab kegiatan, Darwis mengatakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk program Ramadan mencerahkan.


“Paket yang terdistribusi sebanyak 753 paket,kami mengucapkan terima kasih kepada semua donatur semoga kebaikan mereka dilipat gandakan pahalanya,”kata Darwis yang juga sekretaris PD PM Pinrang.


Selain itu,paket sembako tercatat ada 770 paket yang telah dibagikan.

Jubir MCCC Pinrang Muhammad Nur menambahkan, MCCC akan terus bekerja membantu pemerintah selama pandemi corona belum berakhir.


“Kami terus bekerja dan peduli membantu warga terdampak Covid-19,” jelasnya.


Sumber: Andarmuh



Demikian kabar kekinian Kerja Nyata MCCC Pinrang Lawan Penyebaran Covid-19 – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Keliling Kos Mahasiswa Pakai Motor, Rektor UMS Serahkan Bingkisan Lebaran – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan berita terkini, Keliling Kos Mahasiswa Pakai Motor, Rektor UMS Serahkan Bingkisan Lebaran – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, SURAKARTA – Momentum Hari Raya Idul Fitri, biasanya digunakan untuk mudik bersilaturahmi dan berkumpul dengan keluarga di rumah. Namun hal itu tidak dialami oleh ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang pada lebaran kali ini tidak berkesempatan untuk mudik lantaran ada kendala pandemi wabah covid-19.


Untuk berempati kepada para mahasiswa yang tidak bisa mudik lebaran tersebut, Rektor UMS memberikan bingkisan lebaran pada mahasiswa yang masih tinggal di kost dan asrama di sekitar kampus. Bingkisan tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Rektor UMS Sofyan Anis, pada Sabtu (23/05).


Rektor berkeliling keluar masuk kos dan asrama mahasiswa di sekitar dengan mengendarai sepeda motor. Selain memberikan bingkisan lebaran, Rektor juga berdialog dengan para mahasiswa yang ditemuainya di kos dan asrama.


Sebelum keliling ke kos, dari kediamannya Rektor mampir dulu ke kantor Lazismu UMS untuk menyerahkan bingkisan kepada Ketua LAZISMU UMS Mahasri Shobahiya, sebagai tanda dimulainya program pemberian bingkisan lebaran.


 “Saya serahkan bingkisan lebaran ini untuk mahasiswa yang tidak mudik, sebagai pelaksana program ini. Semoga bermanfaat bagi para mahasiswa,” ujarnya di depan kantor LAZISMU UMS.


Selanjutnya, Sofyan Anif berkunjung ke kos mahasiswa di sekitar kampus, dilanjutkan ke Pesantren Mahasiswa Internasional K.H. Mas Mansur, dan rute terakhir di Pondok Pesantren Hj. Nuriyah Shobron UMS.


“Yang saya temuai hanya beberapa perwakilan mahasiswa saja, lainnya diteruskan oleh Lazismu karena jumlahnya ratusan mahasiswa yang tidak mudik. Saya ingin mengetahui juga secara langsung dengan mereka mengapa tidak mudik, dan apakah punya persoalan terutama logistik saat tidak mudik ini. Ternyata mereka sangat terbantu dengan program-program dari Lazismu UMS seperti pemberian voucher makan dan lainnya,” ungkap Rektor.


Dari penelusuran Lazismu UMS, ada ratusan mahasiswa yang tidak bisa mudik karena pandemi wabah covid-19 ini. Pembagian bingkisan lebaran ini adalah bentuk kepedulian UMS kepada mahasiswanya. Sebelumnya kurang lebih sekitar 363 mahasiswa mendapat bantuan voucher berbuka dan sahur selama bulan Ramadhan penuh.


Ketua LAZISMU UMS Mahasri Shobahiya menjelaskan UMS memberikan 189 bingkisan pada mahasiswabya yang tidak mudik. “Kami menyadari saat hari lebaran dan beberapa hari setelahnya banyak warung makan yang tutup. Maka bingkisan ini kami harap dapat menyambung hidup mahasiswa. Semoga mahasiswa tetap ceria meskipun tidak mudik,” jelasnya.


Alasan bingkisan tersebut dibagikan satu hari sebelum lebaran, untuk meringankan mahasiswa yang tidak mudik ke kampung halaman. Ini dilakukan untuk mendukung program pemerintah yaitu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.


Sumber: (Risqi | humas)


 



Demikian berita terkini Keliling Kos Mahasiswa Pakai Motor, Rektor UMS Serahkan Bingkisan Lebaran – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan informasi terkini, Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Kita kaum muslim merasa ada sesuatu yang hilang dan tidak afdhal ketika tidak menunaikan idul fitri di lapangan atau masjid. Namun karena keadaan darurat Covid-19 semua itu kita jalani dengan melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah atau kediaman masing-masing bagi yang menghendakinya.


“Sementara bagi yang tidak menunaikan tidaklah menjadi dosa atau terkena ancaman agama karena shalat Idul Fitri ibadah sunnah,” tutur Haedar Nashir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Sabtu (23/5).


Haedar menjelaskan, bagi warga yang merasa di zona hijau sikap seksama dan mencegah wabah juga diutamakan.


“Memang status zona hijau menunjukkan daerah yang tidak memiliki kasus terkonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi atau datang dari zona merah. Namun setelah ada transmisi lokal dan orang tanpa gejala (OTG) maka semuanya harus waspada dan seksama,” imbuh Haedar.


Selain itu, wilayah zona hijau tetap menerapkan berbagai mekanisme pencegahan, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya wabah virus corona, termasuk menerapkan protokol pencegahan penularan penyakit seperti phisical distancing, social distancing, dan kebersihan fisik.


“Belum dipastikan seberapa jauh pemeriksaan dilakukan secara masif di zona yang disebut hijau itu sehingga menggambarkan fakta yang sesungguhnya dari penyebaran wabah Corona,” tutur Haedar.


Karenanya warga masyarakat khsusnya warga Muhammadiyah hendaknya menaati dan mengikuti kebijakan dan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk sebaiknya tidak melaksanakan shalat idul fitri di lapangan  atau masjid dan tempat berkerumun lainnya agar memutus rantai penularan.


Sikap seksama dan waspada tersebut sejalan  dengan prinsip sadduẓ-ẓarīʻah (tindakan preventif) guna menghindarkan kita jatuh ke dalam kebinasaan seperti diperingatkan dalam Al-Quran (QS Al-Baqarah/2: 195) dan demi menghindari mudarat seperti ditegaskan dalam sabda Nabi saw, dari Ibn ‘Abbās bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak ada kemudaratan kepada diri sendiri dan tidak ada kemudaratan kepada orang lain [HR Mālik dan Aḥmad].



Demikian informasi terkini Mengenai Zonasi Penyebaran Covid-19, Berikut Tanggapan Haedar Nashir – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Lima Strategi PTMA Hadapi New Normal – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan info terbaru, Lima Strategi PTMA Hadapi New Normal – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA — Prof. Lincolin Arsyad, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan adanya wabah covid 19, menyebabkan banyak terjadi pergeseran landskape kebiasaan manusia di dunia.


Guru Besar bidang ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengatakan, yang paling nampak adalah bergesernya segala bentuk transaksi manusia yang dilakukan secara konvensioanl menjadi digital atau virtual. Dalam bidang ekonomi misalnya, Ia menyebut e-commerce akan meninggkat dan juga jasa logistik.


Dalam prediskinya, bidang-bidang lain yang akan tumbuh pada eranew normal adalah online scholing, telekomunikasi, medical equipment, home entertainment, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Lin mengajak untuk bersiap-siap menghadapi pergeseran tersebut. Ia juga menyakini, meskipun keadaan sudah normal lagi namun akan ada banyak hal akan berubah.


“Wabah ini terjadi dan tersirkulasi sudah empat abad. Kalau kita baca ini wabahnya/penyakitnya berubah terus, setiap abad itu berubah. Penyakit yang selalu muncul di suatu periode di mana yang menghadapinya juga selalu berubah,” kata Lin dalam acara Webinar yang diadakan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah pada Kamis (21/5).


Hal ini menjadi tantangan bagi Muhammadiyah, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Amal Usaha Pendidikan Muhammadiyah tidak bisa tetap seperti sekarang, karena zaman terus dinamis. Terkait belum jelasnya waktu berakhir wabah covid-19, PTMA memerlukan beberapa strategi sebagai upaya bertahan dan memberikan suatu kebaruan.


Menyikapi itu, Lincolin Arsyad mengajak kepada seluruh PTMA untuk mengadakan konsolidasi perguruan tinggi. Langkah pertama ini diambil untuk bertanya ulang mengenai landskape dunia di masa yang akan datang dengan keberadaan Program Studi di PTMA. Meskipun sudah pernah melakukan konsolidasi PTMA, namun dalam kalkulasinya masih ada sebagian kecil PTMA yang diperkirakan belum bisa survive di tengah perubahan yang disebabkan oleh covid-19.


Kedua, diperlukan peningkatan sumber daya manusia yang lebih hebat. Akselerasi dan pengembangan diri menjadi penting di masa-masa yang akan datang, karena permasalahan yang akan dihadapi juga kian pelik. Terlebih para dosen harus dengan cepat mengembangkan dirinya untuk mengejar perubahan-perubahan. Sehingga pendidikan doktor bagi dosen PTMA menjadi suatu keharusan.


“Karena peningkatan kualitas SDM ini adalah kunci. Dunia pendidikan itu kuncinya adalah tenaga kerja manusianya.” Tambahnya


Selanjutnya adalah pengembangan kuliah jarak jauh. Menurutnya, menghadapi masa yang akan datang bagaimanapun harus mengembangkan pendidikan jarak jauh. Meskipun demikian, Ia sadar betul akan kemampuan PTMA yang tidak semua bisa memberlakukan sistem pembelajaran ini. Keempat adalah terkait dengan peningkatan sarana dan prasarana harus terus ditingkatkan sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar.


Pembangunan sarana dan prasarana harus tepat, serta harus sesuai dengan sistem perkuliahan yang dianut. Serta yang kelima adalah secara serius melakukan kalkulasi adanya program studi (Prodi) yang sudah tidak relevan dan tidak laku lagi. Namun disisi lain PTMA juga harus mengkalkulasi dan membangun Prodi yang relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. (a’n)



Demikian info terbaru Lima Strategi PTMA Hadapi New Normal – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah Seputar Idulfitri – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan berita kekinian, Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah Seputar Idulfitri – Berita


1. Ketentuan Takbir Zawaid Dalam Shalat ‘Idain


https://fatwatarjih.or.id/ketentuan-takbir-zawaid-dalam-shalat-idain/


2. Ketentuan Shalat Id (Bilangan Takbir, Bacaan di Sela Takbir dan Khutbah)


https://fatwatarjih.or.id/ketentuan-shalat-id-bilangan-takbir-bacaan-khutbah/


3. Bacaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha Sesuai Tuntunan


https://fatwatarjih.or.id/bacaan-takbir-idul-fitri-dan-idul-adha-sesuai-tuntunan/


4. Takbir Zawaid Idain dan Khutbah Khusus untuk Jamaah Perempuan


https://fatwatarjih.or.id/takbir-zawaid-idain-dan-khutbah-khusus-untuk-jamaah-perempuan/


5. Hitungan Takbir Shalat Id dan Doa di antara Takbir Zawaid


https://fatwatarjih.or.id/hitungan-takbir-shalat-id-dan-doa-di-antara-takbir-zawaid/


6. Khutbah Shalat Id, Sekali atau Dua Kali?


https://fatwatarjih.or.id/khutbah-shalat-id-sekali-atau-dua-kali/


7. Seruan untuk Memulai Shalat Id


https://fatwatarjih.or.id/seruan-untuk-memulai-shalat-id/


8. Shalat ‘Idain dan Dasar Hukum Pelaksanaannya


https://fatwatarjih.or.id/shalat-idain-dan-dasar-hukum-pelaksanaannya/


9. Hukum Shalat Idul Fitri di Rumah di Saat Wabah Covid-19


https://fatwatarjih.or.id/hukum-shalat-idul-fitri-di-rumah-saat-covid-19/


10. Hukum Takbir Keliling


https://fatwatarjih.or.id/hukum-takbir-keliling/


11. Pidato Sambutan Sebelum Shalat Id


https://fatwatarjih.or.id/pidato-sambutan-sebelum-shalat-id/


12. Hukum Mengadakan Lomba Takbiran


https://fatwatarjih.or.id/hukum-mengadakan-lomba-takbiran/



Demikian berita kekinian Fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah Seputar Idulfitri – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Khakikat Puasa dan Musibah – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menyuguhkan kabar kekinian, Khakikat Puasa dan Musibah – Berita


Khutbah Idul Fitri 1441 H


Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah)


 


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


 الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه


اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.


يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


اَللهُ أًكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ


 


Hari ini kita melaksanakan Idulfitri sdi rumah karena darurat pandemi Covid-19. Kita agungkan nama Allah dengan takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. 


 


Jamaah rahimukumullah.


 


Marilah dalam shalat Idulfitri ini kita hayati beberapa hal penting khususnya tentang puasa dan musibah.


 


Pertama, Kita baru saja berpuasa Ramadhan sebulan penuh.


Puasa merupakan perjalanan ruhaniah yang tertingi. Bagi setiap muslim yang berpuasa, puasa bukan sekadar menahan makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis sebagaimana menjadi rukun syariat. Tetapi lebih dari itu puasa harus punya makna al-imsak dalam makna yang sesungguhnya, yakni menahan diri dari segala godaan duniawai sehingga kita menjadi orang-orang yang washatiyah, orang yang secukupnya dalam hidup.


 


Orang yang berpuasa disebutkan La’allakum tattaquun, agar engkau semakin bertaqwa. Taqwa adalah wiqoyah (kewaspadaan) lahir dan batin untuk selalu takut kepada Allah, menjalankan segala perintah-Nya, mejauhi segala larangan-Nya dan nanti di Yaumul Akhir dijaga dari siksa neraka. 


 


Orang yang berpuasa adalah orang yang mampu menaklukan hawa nafsu yang ada dalam dirinya. Al-imsak itu maknaya adalah menahan diri. Menahan diri dari makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis adalah simbol dari manusia yang berpuasa,  Ia mampu mengkrangkeng hawa nafsunya menyalurkannya dengan cara yang baik dan tidak membiarkannya liar. Orang yang mampu menaklukan hawa nafsunya dialah yang berjihad akbar. Jika seseorang sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya dia akan mampu mengendalikan kehidupan.


 


Puasa Ramadan harus menumbuhkan amal sholeh. Orang yang berpuasa adalah orang yang selalu berbanding lurus sikap hidupnya untuk berbuat kebajikan bagi orang banyak. Amal sholeh harus lahir dari orang yang berpuasa.


 


Karena itu jadikan puasa sebagai mi’raj ruhani, yakni naik tingkat keruhanian untuk menjadi insan bertaqwa yang habluminallahnya kuat sekaligus melahirkan habluminannas yang baik dengan sesama dan lingkungan.


 


Kedua, kita bangsa Indonesia dan warga dunia sedang menghadapi musibah Covid-19 yang sangat berat. Bagi kita orang beriman pandemi ini merupaka ujian atas keimanan dan kesabaran. Iman kita siapa tahu hanya sebatas verbal kulit luar, belum naik kelas ke tingkat hakikat dan ma’rifat, sehingga  perlu “Wiqayat al-Nafsi” yakni kewaspadaan diri. Musibah apapun tidak lepas dari kekuasaan Allah sebagaimana firman-Nya:


مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيمٌ


 


Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS At-Taghabun: 11).


 


Muslim ketika menghadapi musibah jangan meratapi dan jatuh diri, tetapi juga jangan angkuh diri. Bertawakallah kepada Allah sambil terus ikhtiar.


 


Karenanya kita kerahkan segala ikhtiar dan do”a agar musibah ini segera dicabut Allah. Kita tidak melakukan kegiatan-kegiatan bersama di luar termasuk tidak shalat idul fitri di lapangan sebagai bentuk ikhtiar mencegah rantai penularaan. Semoga kita diberi keikhlasan, kesabaran, kebersamaan, kasih sayang, saling berta’awun, dan optimisme dalam menghadapi musibah ini sehingga kita menjadi orang-orang yang bertaqwa selaras dengan hasil puasa.


 


Semoga Allah mengangkat musibah ini, menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa kita, dan menjadikan diri kita sebagai hamba-Nya yang saleh serta dimasukkan ke dalam surga jannatun-na’im.


 


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛


إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ.


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ


اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.


رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.


رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.


سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ


وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.



Demikian kabar kekinian Khakikat Puasa dan Musibah – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Pandangan PP Muhammadiyah Mengenai Pelaksanaan Idulfitri – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan info terkini, Pandangan PP Muhammadiyah Mengenai Pelaksanaan Idulfitri – Berita


1. PP Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Ahad 24 Mei 2020 sebagaimana edaran PP Muhammadiyah sebelum ini.


2. PP Muhammadiyah setelah mengkaji kondisi Indonesia belum menunjukkan penurunan penularan wabah Covid-19 sehingga situasi dipandang masih tidak aman untuk berkumpul orang banyak, maka shalat Idulfitri di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan. Hal itu untuk memutus rantai mudarat persebaran virus Corona tersebut agar kita cepat terbebas daripadanya dan dalam rangka sadduẓ-ẓarīʻah (tindakan preventif) guna menghindarkan kita jatuh ke dalam kebinasaan seperti diperingatkan dalam Al-Quran (QS Al-Baqarah/2: 195) dan demi menghindari mudarat seperti ditegaskan dalam sabda Nabi saw, dari Ibn ‘Abbās bahwa Rasulullah saw bersabda yang artinya: Tidak ada kemudaratan kepada diri sendiri dan tidak ada kemudaratan kepada orang lain [HR Mālik dan Aḥmad].


3. Karena tidak dapat dilaksanakan secara normal di lapangan sebagaimana mestinya, lantaran kondisi lingkungan belum dinyatakan oleh pihak berwenang bersih (clear) dari covid-19 dan aman untuk berkumpul banyak orang, maka salat Id bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan. Bahwa dalam melaksanakan ajaran agama dasarnya adalah kadar kemampuan mukallaf untuk mengerjakan. Hal itu karena Allah tidak membebani hamba-Nya, kecuali sejauh kadar kemampuannya [QS Al-Baqarah/2: 286 dan Surat At-Talaq/65: 7] dan apabila diperintahkan melakukan suatu kewajiban agama, maka kerjakan sesuai kemampuan (bertakwa sesuai kemampuan) [QS At-Tagabun/64: 16 dan hadis Nabi].


4. Bagi warga muslim yang mengalami kesulitan untuk menyelenggarakan shalat idul fitri berjamaah di rumah, maka tidak perlu memaksakan diri menunaikannya. Sebab tidak ada ancaman agama atas orang yang tidak melaksanakannya, karena salat Id adalah ibadah sunah. Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya “Allah tidak membebani seseorang melainkan sejauh yang mampu dilakukannya [QS Al-Baqarah/2: 282] maupun hadis Nabi dari Abū Hurairah, yang artinya “….dan jika aku perintahkan kamu melakukan sesuatu, kerjakanlah sejauh kemampuanmu [muttafaq ‘alaih).


5. Dengan meniadakan salat Id di lapangan maupun di masjid karena adanya ancaman Covid-19 tidaklah berarti mengurang-ngurangi agama. Ketika dibolehkan salat Id di rumah bagi yang menghendakinya, pertimbangannya adalah melaksanakannya dengan cara lain yang tidak biasa, yaitu dilaksanakan di rumah, karena dituntut oleh keadaan di satu sisi, dan di sisi lain dalam rangka mengamalkan bagian lain dari petunjuk agama itu sendiri, yaitu agar kita selalu memperhatikan riʻāyat al-maṣāliḥ, perwujudan kemaslahatan manusia, berupa perlindungan diri, agama, akal, keluarga, dan harta benda dan menjaga agar kita tidak menimbulkan mudarat kepada diri kita dan kepada orang lain. Bahkan sebaliknya, tidak ada ancaman agama atas orang yang tidak melaksanakannya, karena salat Id adalah ibadah sunah. Dalam pandangan Islam, perlidungan diri (jiwa dan raga) sangat penting sebagaimana Allah menegaskan dalam Al-Quran, yang artinya “Barangsiapa mempertahankan hidup satu manusia, seolah ia memberi hidup kepada semua manusia” [QS Al-Maidah/5: 32]. Menghindari berkumpul dalam jumlah banyak berarti kita berupaya memutus rantai pandemi Covid-19 dan berarti pula kita berupaya menghindarkan orang banyak dari paparan virus korona yang sangat mengancam jiwa ini.


6. Bagi kaum muslim yang berkemampuan hendaknya menunaikan zakat fitrah sebelum masuk 1 Syawwal selain Zakat, Infaq, dan shadaqah. Perbanyak takbir, tahmid, tasbih, dan berdzikir kepada Allah. Seraya memupuk kasih sayang, kelekatan, dan kegembiraan dalam merayakan idul fitri di keluarga. Melalui media teknologi informasi, telepon, dan media sosial dapat dikembangkan silaturahmi dengan saudara dan handai tolan sehingga terjalin erat persaudaraan, kebersamaan, dan keakraban antarsesama. Kembangkan saling memaafkan dan semangat untuk peningkatan amal shaleh demi kemajuan hidup muslim dalam menebar misi rahmatan lil-‘alamin.


7. Hendaknya sesama setiap muslim maupun warga masyarakat saling memupuk persaudaraan, kebersamaan, dan toleransi dalam melaksanakan agama dan hidup berbangsa. Seraya menjauhi silang sengketa, saling menyalahkan, dan pertentangan lebih-lebih ketika kita tengah menghadapi musibah Covid-19 saat ini.


8. Kepada anggota dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh tingkatan dan lingkungan agar menaati dan melaksanakan Surat Edaran dan Maklumat yang telah dikeluarkan berkaitan dengan Tuntunan Ibadah dalam situasi darurat Covid-19 sebagai wujud berorganisasi dalam satu barisan yang kokoh (QS Ash-Shaff/61: 4).


Semoga Allah mengeluarkan kita dari musibah serta melindungi umat Islam dan bangsa Indonesia dari segala bahaya ini dengan limpahan rahmat dan karunia-Nya.



Demikian info terkini Pandangan PP Muhammadiyah Mengenai Pelaksanaan Idulfitri – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Persatuan Manusia: Pidato ‘Aisyiyah dalam Kongres Perempuan Pertama 1928 – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan informasi terkini, Persatuan Manusia: Pidato ‘Aisyiyah dalam Kongres Perempuan Pertama 1928 – Berita


Oleh: Afandi


Berangkat dari semangat pencerahan Islam Kiai Ahmad Dahlan, pada 19 Mei 1917 ‘Aisyiyah lahir melampaui zamannya dengan misi memperjuangkan derajat kemuliaan perempuan sesuai nilai-nilai Islam yang mencerahkan.


Menghadapi hambatan dari kelompok tradisionalis dengan pandangan kebudayaannya yang mapan, ‘Aisyiyah melalui gerak pendidikan perempuan dan ketahanan sosial tetap berusaha meruntuhkan pandangan yang membatasi gerak perempuan sebatas pada urusan rumah tangga belaka.


Semangat tersebut kiranya tergambar dalam pidato salah satu tokoh ‘Aisyiyah Siti Hajinah Mawardi dalam Kongres Perempuan Pertama pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.


Berikut salinan teks pidato Siti Hajinah yang diambil dari buku berjudul “Kongres Perempuan Pertama: Tinjauan Ulang” oleh Susan Blackburn (2007) dengan beberapa penyuntingan dan penyesuaian.


Persatuan Manusia


Kongres yang mulia, kaum putri yang terhormat!


Sudah tidak kekhilafan lagi bahwa hidupnya badan itu terbagi menjadi beberapa bagian, misalnya: kaki, tangan, kepala, hidung, mata, dan lain-lain yang tidak sama rupanya, tempatnya dan pekerjaannya. Akan tetapi meskipun begitu, dapatlah bersatu, tidak perselisihan.


Hidupnya manusia, itu betulnya juga harus menjadi satu, harus persaudaraan, harus persatuan sebagaimana hidupnya badan, walaupun tidak sama supan dan cengkoknya, ada yang kecil dan besar, ada yang gemuk dan kurus, berkulit hitam dan putih, ada yang bagus dan lain-lain.


Begitu pula berlainan tempatnya: ada yang tinggal di tanah Jawa, Sumatra, Cina, Arab, Amerika, Perancis, Afrika, dan yang semacamnya. Sedang pekerjaannya pun berlainan juga: ada yang menjadi tukang tani, tukang batu, tukang kayu, saudagar, guru, dokter, ahli hukum, insinyur, profesor, dan lain-lain.


Saudara-saudara, ketahuilah bahwa hidupnya manusia itu tidak sama dengan hidupnya binatang!


Hidupnya binatang, bolehlah kami katakan tidak membutuhkan teman, tempat, pakaian, makanan yang enak-enak dan lain-lain sebagainya, sedangkan manusia tak bisalah hidup dengan sendirian. Akan tetapi membutuhkan teman, tempat, pakaian, barang makanannya pun harus dimasak lebih dahulu sehingga matang dan enak.


Ketika masih kecil, manusia membutuhkan orang yang menjadikannya, mendukung, memberi makan, dan lain-lain. Sesudah besar, butuh mencari ilmu atau kepandaian, membutuhkan orang yang memberi pelajaran atau guru.


Apabila sudah tua membutuhkan rumah, yang selanjutnya membutuhkan tukang kayu, tukang batu, tukang besi, dan lain-lain sebagainya. Jikalau terserang penyakit, membutuhkan dokter dan orang yang memberi obat. Pendek kata, hidupnya manusia mulai baru lahir dari kandungan ibunya sampai mati, itu selalu membutuhkan teman.


Sebagai percontohan bahwa manusia itu tidak bisa hidup sendirian ialah menilik pulau-pulau, pulau-pulau mana berjenis-jenis isinya. Di pulau Jawa banyaklah tetumbuhan kayu jati, sedang di pulau Arab sedikitpun tidak ada. Tanah Sumatra, adalah pelican emas dan perak, sedang tanah Cina tak ada. Di pulau Cina ada hewan, hewan mana bolehlah dipergunakan sutera, sedang di pulau Afrika tidak ada.


Keterangan yang lebih panjang tentang perbedaan keadaannya pulau satu dengan lainnya, sudahlah dijelaskan di dalam buku-buku dan kitab-kitab yang tidak sedikit jumlahnya, maka hendaklah diulangi dan tidak perlulah kami uraikan di sini.


Yang demikian itu, maka berpuluh-puluh ribu orang yang sama pergi merantau di negeri lain, saling bertukaran perdagangan dan sebagainya.


Memperhatikan dan mengingat keterangan-keterangan tersebut di atas, maka teranglah, bahwa hidupnya manusia itu harus bergaulan, berhubungan, berdamai (rukun), bersaudaraan, dan persatuan.


Sudah tidak salah lagi, bahwa damai, persatuan, itulah suatu perkara. Perkara mana, tentulah semua manusia mengakui akan kebaikannya, karena memang persatuan ini, adalah suatu alat yang dapat menghasilkan maksud yang besar, begitu pula menjadi senjata bagi manusia untuk mencari kepada bahagia, sejahtera, kesenangan, kemakmuran dan lain-lain sebagainya.


Saudara-saudara, ketahuilah bahwa hidupnya manusia itu tidak dapat terasa nyaman, jikalau tidak dengan berdamai. Sebab damai itu kecuali dapat mengangkat barang yang berat, juga dapat merapatkan atau meneguhkan persaudaraan, menambah kecintaan. Jadi orang yang tidak berdamai tentulah mudah sekali bermusuhan, berselisihan, bercerai-berai, akhirnya menimbulkan kebencian, berfitnah dan lain-lain sebagainya.


Di sini perlulah kami beri contoh sedikit, tentang manfaat damai atau persatuan, demikianlah:


1. Air, sesudah beku menjadi es, tidaklah mudah dihancurkan.


2.Tanah, jika berkumpul menjadi satu (bumi) dan diinjak-injak tidaklah dapat bercerai (ambyar, Jawa), diperdirikan rumah tidak dapat roboh, ditanamipun tidak bisa merabahkan.


3. Orang dagang, kalau sudah berserikat, tambahlah besar dan lagi tersohor dagangannya.


4.Gerombolan-gerombolan atau perhimpunan perhimpunan, yang sudah berdamai, dapatlah membuat takut kepada musuhnya sehingga sukar dipecah atau dilawan.


5. Dari sebab perhimpunan Muhammadiyah berdamai, maka dapatlah mendirikan berpuluh-puluh sekolahan, selalu hidup subur, semakin lama semakin besar dan disukai orang banyak.


Oleh karena manusia itu berlainan pekerjaan, begitu pula berlainan keadaan yang meliputinya, maka tentulah perasaan, pengetahuan dan kehendaknya saling berbeda juga. Akan tetapi saling berbedanya pengetahuan, dapatlah diakurkan.


Saudara-saudara, memang hanya satulah jalan yang dapat mendatangkan kepada persatuan, yaitu harus mengetahui, bagaimana pengetahuannya orang lain harus saling bergaul, harus persaudaraan, harus berhubungan, begitu juga mengadakan gerombolan atau perkumpulan, perkumpulan apapun perlu membicarakan hal-hal yang perlu dijalankan dengan bersama-sama, saling tolong-menolong dan saling mengingatkan antara satu dengan lainnya. Segala perkara yang akan dijalankan, hendaklah lebih dahulu dibicarakan dengan pelan-pelan, tidak berkeras hati, sabar harus menjadi dasar kami, putus asa harus kami lemparkan.


Bukan kepalang kegirangan hati kami, karena bangsa kita isteri di Hindia Timur sudah mengarah ke kemajuan, banyak yang mengadakan perserikatan-perserikatan, bahkan ada yang berikhtiar hendak mempersatukan perserikatan-perserikatan itu, sebagaimana adanya Kongres Perempuan Indonesia ini, agar supaya dapatlah kiranya kita bersama-sama membicarakan hal keperluan, kewajiban dan kemajuan kita bagi masyarakat umum seperti bangsa perempuan Indonesia, dan pula dapatlah pertaliannya antara bangsa perempuan Indonesia.


Cukuplah sudah pidato kami ini dan penutupnya kami berseru kepada sekalian saudara-saudara: Marilah, saudara-saudara, bersama-sama meneguhkan persaudaraan kami.


Kemudian, kami berdoa, mudah-mudahan Tuhan Allah memberi taufiq kepada kita sekalian dan diperbanyakkan faidahnya Kongres Perempuan Indonesia yang termulia ini bagi ketinggian dan persatuan bangsa kita: sehingga selamatlah kita semuanya.



Demikian informasi terkini Persatuan Manusia: Pidato ‘Aisyiyah dalam Kongres Perempuan Pertama 1928 – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Muhammadiyah Pastikan 24 April Awal Ramadhan, Sekjen PBNU Pantau Munculnya Hilal | tvOne – News.Tarjih.ID





Jakarta, tvOnenews.com – Jadwal puasa Ramadhan 2020/1441 H antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama memiliki peluang yang sama pada 24 April 2020. Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan pada 24 April 2020. Ini dijelaskan dalam PP Muhammadiyah 01. / MLM / IO / E / 2020 sebagaimana diunggah oleh situs web PP Muhammadiyah resmi.



sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Ir6VKaqdi_c