Kewajiban Pertama Bagi Mukallaf Adalah Nazhar (bagian XIX) – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan info kekinian, Kewajiban Pertama Bagi Mukallaf Adalah Nazhar (bagian XIX)

Matan HPT:
اَمَّا بَ بَعْدُ فَاِنَّ الفِرْقَةَ النَّاجِيَةَ (1 (مِنَ السَّلَفِ اَجْمَعُوا عَلَى الإِعْتِقَادِ بِأَنَّ العَالَمَ كلَّهُ حَادِثٌ خَلَقَهُ االلهُ مِنَ العَدَمِ وَهُوَ اَىِ العَالَمُ) قَابِلٌ لِلفَنَاءِ (2 (وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (3 (وَهَا نَحْنُ نَشْرَعُ فِى بَيَانِ اُصُولِ العَقَائِدِ الصَّحِيْحَةِ.

Kemudian dari pada itu, maka kalangan ummat yang terdahulu, yakni mereka yang terjamin keselamatannya (1), mereka telah sependapat atas keyakinan bahwa seluruh ‘alam seluruhnya mengalami masa permulaan, dijadikan oleh Allah dari ketidak-adaan dan mempunyai sifat akan punah (2). Mereka berpendapat bahwa memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah, adalah wajib menurut ajaran Agama (3). Dan demikianlah maka kita hendak mulai menerangkan pokok-pokok kepercayaan yang benar.

Syarah:
Kata Kunci: وَعَلَى اّنَّ النَّظْرَ فِى الكَوْنِ لِمَعْرِفَةِ االلهِ وَاجِبٌ شَرْعًا (Mereka berpendapat bahwa nashar (memperdalam pengetahuan tentang ‘alam untuk mendapat pengertian tentang Allah), adalah wajib menurut ajaran Agama)
Apakah kewajiban pertama bagi seorang hamba yang mukalaf? Terkait hal ini, terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Sebagian mazhab Asyariy mengatakan bahwa kewajiban pertama bagi seorang hamba yang mukallaf adalah makrifat Allah. Hal ini dikarenakan, makrifatullah atau mengetahui dan mengakui adanya Tuhan merupakan pondasi awal dari seluruh pengetahuan agama.
Sebagian ulama berpendapat bahwa sudah menjadi ijmak ulama mengenai kewajiban nazhar. Karena ia merupakan sarana bagi seorang hamba untuk dapat mengenal Allah. Jika nazhar adalah sarana makrifatullah, secara otomatis, nazhar lebih dulu disbanding dengan makrifat. Nazhar menjadi pintu awal menuju makrifat. Oleh karena itu, nazhar menjadi kewajiban pertama, sebelum makrifat.
Sebagian ulama berpendapat bahwa kewajiban pertama bukan nazhar secara keseluruhan, namun bagian awal dari nazhar. Nazhar merupakan titik awal untuk mendapatkan pengetahuan tentang Allah. Kewajiban, terletak pada niat awal dari nashar itu. Jika sudah mulai nazhar, bearti kewajiban itu sudah mulai gugur.
Sebagian lagi berpendapat bahwa yang wajib adalah niat untuk melakukan nazar. Hal ini, karena nazhar harus didahului dengan niat. Sementara segala perbuatan hamba, sangat bergantung pada niatnya. Tanpa ada niat, maka perbuatannya menjadi sia-sia. Niat nashar, jatuhnya lebih dulu dibandingkan dengan permulaan nazhar.
Abu Hasyim dari kalangan Muktazilah menyatakan bahwa yang pertama kali wajib bagi seorang mukallaf adalah sikap ragu-ragu (skeptis) atas keberadaan Tuhan. Sikap ini, menjadi titik awal seseorang mempunyai niat untuk melakukan nazhar. Menurutnya, sikap skeptis tersebut baik, karena bertujuan baik dan dapat mengantarkan manusia kepada kebaikan.
Hanya pendapat Abu Hasyim dari kalangan Muktazilah tersebut ditolak oleh Imam Amidi dari kalangan Asyariyah. Menurut Imam Amidi, jika skeptis baik, tentu menjadi perintah Allah. Sementara tidak ada satu ayat pun atau hadis nabi yang memerintahkan hambanya untuk bersikap skeptis. Sebaliknya, kita justru diminta untuk menjauhi sesuatu yang ragu-ragu dan mengambil sikap tegas. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut ini:
عَنْ أَبِـيْ مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ أَبِيْ طَالِبٍ، سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ وَرَيْحَانَتِهِ قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ :(( دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ)). رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ، وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ.
Dari Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw dan kesayangannya Ra, ia berkata: “Aku telah hafal dari Rasulullah Saw: ‘Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu’.” (HR. Tirmidzi dan Nasai)
Secara logikapun, tidakmasuk akal bahwa ragu-ragu menjadi keharusan. Karena secara umum, seseorang menginginkan kepastian dankejelasan. Ragu-ragu, menjadi sifat yang tidak baik. Orang yang sering-ragu-ragu, dianggap orang yang tidak tegas dan tidak punya sikap. Bahkan sering ragu-ragu, dianggap sebagai penyakit psikologis.
Selain itu, untuk dapat bersikap skeptis, ia harus tau terlebih dulu terkait apa yang harus ia ragukan. Tentu, ini butuh nazhar. Padahal tadinya ia menyatakan bahwa skeptic, menjadi awal nazhar. Di sini terjadi perputaran yang tiada ujung pangkal.
Tentang kewajiban pertama bagi seorang hamba yang mukallaf, Imam Amidi mengatakan bahwa jika yang maksudnya adalah kewajiban pertama, maka yang wajib bagi seorang hamba mukalalf adalah makrifatullah. Jika yang dimaksidkan adalah sarana untuk makrifatullah, maka yang wajib bagi hamba yang mukallaf adalah melakukan anzhar.
Jika seseorang sudah mukallaf, namun tidak mau tau tentang adanya Tuhan, ia juga acuh terhadap alam ciptaan-Nya sehingga tidak mendorong dirinya melakukan proses berfikir yang dapat mengantarkan kepada pengakuan mutlak adanya Tuhan, maka orang tersebut dianggap kafir. Orang-orang ini dicela oleh al-Qur’an karena tidak mau menggunakan akal pikiran yang telah diperintahkan kepadanya untuk berfikir mengenai adanya Sang Pencipta. Firman Allah:
أَفَلاَ يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ ()وَإِلَى السَّمَاءِ كَيْفَ رُفِعَتْ ()وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ ()وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ()فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ ()لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ ()إِلاَّ مَن تَوَلَّى وَكَفَرَ ()فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ ()إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ ()ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, (). Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?(). Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? (). Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (). Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. (). Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, (). tetapi orang yang berpaling dan kafir, (). maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. (). Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, 26. kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka. (QS. Al-Ghatsiyah: 17-26)
Jika kita melihat pada teks HPT, Nampak sekali bahwa kewajiban pertama menurut HPT Muhammadiyah adalah nazhar dan bukan makrifat. Nazhar, dianggap sebagai sarana untuk makrifatullah. Dan yang mewajibkan nazhar, adalah syariat dan bukan akal. Di sini kita dapat melihat persesuaian pendapat yang tercantum dalam HPT Muhammadiyah, dengan pendapat dari para ulama madzhab Asyari.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899



Demikian info kekinian Kewajiban Pertama Bagi Mukallaf Adalah Nazhar (bagian XIX) , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

PCA Rungkut Bagi Tali Asih di Momen Milad Aisyiyah – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan berita terkini, PCA Rungkut Bagi Tali Asih di Momen Milad Aisyiyah

PCA Rungkut berbagi tali asih kepada guru. (Reza/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Milad ke-106 Aisyiyah yang berlangsung Selasa lalu (19/5/2020) berlangsung istimewa. Sebab, bertepatan dengan aksi serempak se-nasional MCCC dengan tema Gerakan Ta’awun Sosial Peduli Dampak Covid-19 untuk Kemaslahatan Bangsa.

Bertempat di KB/TK Aisyiyah Rungkut Surabaya, PCA Rungkut melalui sinergi bersama MCCC Rungkut membagikan THR dan sembako untuk tiga orang guru TK Aisyiyah 69 dan guru KB Aisyiyah 29.

Ketua PCA Rungkut Santi menuturkan, dalam rangka Milad Ke-106 Aisyiyah, PCA Rungkut berbagi tali asih kepada guru TK Aiyiyah Busthanul Athfal (ABA) 69, KB 29, dan petugas cleaning service. Ini adalah bentuk terima kasih dan perhatian yang besar kepada para guru dan karyawan yang telah bekerja keras untuk memajukan pendidikan anak usia dini di wilayah Rungkut.

“Semoga pemberian tali asih ini semakin menambah semangat para guru dan karyawan dalam bekerja dan berkarya. Tak lupa ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Dalam pembagian kali ini tidak ada kerumunan dan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Sementara itu, lepala TK ABA 69 menuturkan, sebagai perwakilan dari guru PAUD dan TK ABA, pihaknya mengucapkan alhamdulilah dan terima kasih atas kepedulian Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya melalui Gerakan Ta’awun Sosial Peduli Dampak Covid-19. “Sangat bermanfaat untuk kami dan kiranya Allah SWT yang membalas dengang pahala yang berlipat ganda. Amin amin ya rabbal alamin,” katanya. (Reza Rachmatika/Achmad San)



Demikian berita terkini PCA Rungkut Bagi Tali Asih di Momen Milad Aisyiyah , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Peduli Terdampak Covid-19, PCA Weleri Bagi Seribu Lebih Kado Ramadhan – NewsMuh



news.tarjih.id memberikan info terbaru, Peduli Terdampak Covid-19, PCA Weleri Bagi Seribu Lebih Kado Ramadhan

TASYARUF. Pembagian sembako oleh Aisyiyah Cabang Weleri dilakukan di ranting Aisyiyah Bumiayu dengan sasaran kaum dhuafa’ (foto dok elies)

KENDALMU.COM | WELERI. Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Weleri membagi sembako sebanyak 1100 paket Kado Ramadhan 1441 H. Pembagian bingkisan tersebut dengan sasaran kaum dhuafa’ yang ada di wilayah Kecamatan Weleri.

Ketua panitia, Hj. Churiyati Muslim, mengatakan, untuk dapat mengumpulkan sebanyak 1100 lebih, pihaknya melakukan penggalangan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kami telah melakukan kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan, diantaranya Lazismu, Artha Surya Barokah, Kuncup, Kospin Jasa, dan lembaga lain” kata Churiyati Ahad (17/5).

Churiyati menjelaskan, pembagian Kado Ramadhan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat dhuafa’ dan para guru TK, KB, PAUD Aisyiyah.

“Dalam situasi pandemic Covid-19, kita harus membangun kepedulian bersama kepada kaum dhuafa’ dan guru-guru TK yang telah mendidik putra putri penerus bangsa” ujarnya.

Beliau menjelaskan, teknik pembagian Kado Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Pada tahun yang lalu, pembagian dilaksanakan secara serentak yang dipusatkan di halaman Kecamatan Weleri dan mereka kaum dhuafa’ datang dengan membawa kupon yang sudah dibagi beberapa hari untuk ditukar bingkisan. Tetapi karena tahun ini dalam situasa virus corona, maka tasyaruf Kado Ramadhan diantar ke rumah-rumah dhuafa’ dengan melibatkan Pimpinan Ranting Aisyiyah setempat” bebernya.

Beliau berharap dengan adanya kepedulian dari Aisyiyah, mereka merasa terbantu dalam menghadapi Ramadhan dan Iedul Fitri tahun ini.

Sementara itu Ketua Majelis Dikdasmen PCA Weleri, Hj. Slamet Rahayu atas nama guru dan pegawai di lingkungan TK ABA dan PAUD Aisyiyah menyampaikan terima kasih kepada PCA Weleri.

“Kami menilai pemberian Kado Ramadhan dari PCA Weleri kepada para guru dan karyawan TK ABA dan PAUD Aisyiyah sebagai wujud kepedulian” kata Rahayu.

Beliau berharap pemberian Sembako kepada para guru dapat member manfaat dan membantunya dalam merayakan Iedul Fitri 1441 H.

Turut hadir dalam acara pembagian Kado Ramadhan Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Weleri, Lilik Mulyani yang mengapresiasi atas kegiatan tersebut. (fur)



Demikian info terbaru Peduli Terdampak Covid-19, PCA Weleri Bagi Seribu Lebih Kado Ramadhan , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Lazismu Siapkan Program Pemberdayaan Jangka Panjang Bagi Guru dan Da’i di Berbagai Pelosok Indonesia – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan berita terbaru, Lazismu Siapkan Program Pemberdayaan Jangka Panjang Bagi Guru dan Da’i di Berbagai Pelosok Indonesia – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, MALAYSIA – Kajian online Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia Jumat (1/5) menghadirkan pembicara Ketua Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hilman Latief yang juga merupakan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).


Hilman mengatakan bahwa menjalankan sebuah lembaga ZIS yang dinaungi oleh sebuah Ormas Kemasyarakatan (Ormas) seperti halnya Lazismu di Muhammadiyah atau lembaga-lembaga yang serupa di NU dan Persis, memiliki tantangannya tersendiri.


“Hal ini akan memengaruhi pola dan kultur gerak lembaga tersebut, yang notabene sangat berbeda dibanding lembaga-lembaga ZIS yang tidak melekat pada Ormas. Tantangannya adalah bagaimana memastikan Lazismu dapat bergerak secara professional,” jelasnya.


Hilman mengingatkan bahwa landasan dan arah kerja Lazismu adalah berpandukan Alquran surat Attaubah ayat 60 yang mensyariatkan tentang delapan asnaf yang berhak atas zakat umat. Selain itu, Lazismu juga diamanatkan menjalankan rekomendasi Muktamar terkait tugas dan fungsi Lazismu.


“Kita perlu mengonsepkan grand design dan strategi khusus Persyarikatan tentang pengentasan kemiskinan. Dengan kata lain, saat ini kita belum memiliki konsep tersebut yang seharusnya didefinisikan menurut Persyarikatan Muhammadiyah melihat kondisi riil masyarakat kita,” jelasnya.


Lazismu juga perlu merumuskan indikator kemiskinan versi Muhammadiyah. Tanpa indikator, maka tiada akuntabilitas.


“Hanya semangat saja tidak cukup, karena tidak akan ada dampak riil,” tuturnya.


Sementara untuk penanggulangan pandemi Covid-19, Lazismu berkomitmen dana yang cukup signifikan kepada Persyarikatan melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Namun, tambah Hilman, apa yang tak terlihat adalah, Lazismu menyiapkan program pemberdayaan jangka panjang untuk membantu golongan yang krusial seperti para guru dan da’i di berbagai pelosok Indonesia.


“Dalam memberdayakan mereka, kita berusaha agar tidak hanya sekadar memberi bantuan. Namun kita menjaga harga diri mereka dengan menawarkan program pemberdayaan yang bersifat jangka menengah dan panjang,” papar Hilman.


PR yang lebih besar, menurut Hilman, adalah upaya menyusun strategi untuk merawat ‘mindset of giving’ warga dan donatur untuk jangka panjang.


“Ini agak sulit dan tidak menentu, karena kita masih belum tahu apakah setelah ‘panic giving’ yang terjadi di awal-awal pandemi ini akan berlanjut setelah Idul Fitri,atau bahkan beberapa bulan ke depan,” kata Hilman.


Untuk mengetahui itu, Hilman berkata bahwa Lazismu sedang melakuksn survey kepada warga dan muzaki terkait trend kesulitan dan sikap terhadap ZIS sepanjang dan setelah situasi Covid-19 ini.


Sumber: Sonny Zulhuda



Demikian berita terbaru Lazismu Siapkan Program Pemberdayaan Jangka Panjang Bagi Guru dan Da’i di Berbagai Pelosok Indonesia – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi