Musyran Harus Lahirkan Perubahan! – Ikatan Pelajar Muhammadiyah – NewsMuh



news.tarjih.id menyuguhkan berita kekinian, Musyran Harus Lahirkan Perubahan! – Ikatan Pelajar Muhammadiyah

IPM.OR.ID, KOTA BIMA– Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MA Muhammadiyah Kota Bima menyelenggarakan musyawarah ranting (musyran) ke-18 di aula madrasah tersebut pada Ahad (09/02).

Musyran bertujuan untuk memilih dan menentukan kepemimpinan periode 2020-2021. Seluruh siswa MA Muhammadiyah Kota Bima turut serta dalam kegiatan tersebut. Antusiasme pimpinan maupun peserta menghidupkan suasana musyran sebagaimana dilaporkan oleh Hamdiah selalu ketua pelaksana.

Pembina IPM MA Muhammadiyah Kota Bima pun turut mengapresiasi antusiasme dan semangat siswa didiknya, dalam sambutannya menyampaikan, “Semoga IPM ke depannya semakin BAPER (Bawa Perubahan) dari periode tahun lalu, serta untuk melakukan perubahan kita perlu melibatkan perasaan, kalau sekarang kita dibesarkan di MA, maka nanti kita harus membesarkan MA, membesarkan tak harus datang kembali ke MA, tapi memberikan kontribusi kepada MA dimanapun kita berada,” ujarnya dengan haru.

Ibarat yang diharapkan oleh kepemimpinan periode sebelumnya adalah semoga kehadiran kader-kader selanjutnya seperti hujan yang membawa berkah dan manfaat untuk bumi. (mahmudah/adinta)

Yuk Bagikan Tulisan ini !!!



Demikian berita kekinian Musyran Harus Lahirkan Perubahan! – Ikatan Pelajar Muhammadiyah , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Membangkitkan Spirit Transformasi Pendidikan Muhammadiyah – Berita – NewsMuh



news.tarjih.id menyuguhkan info terbaru, Membangkitkan Spirit Transformasi Pendidikan Muhammadiyah – Berita


MUHAMMADIYAH.ID, YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menerima silaturahim Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB Gresik di Grha Suara Muhammadiyah, pada Jumat, (21/02).  


Dalam kesempatan itu Haedar mengatakan, lembaga pendidikan Muhammadiyah ke depan akan semakin ketat bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lain yang memiliki daya survival cukup tinggi.


Dahulu, lembaga Pendidikan Muhammadiyah hanya bersaing dengan lembaga pendidikan yang berasal dari Kristen-Katolik yang dinilai maju. Namun tantangan saat ini telah berubah, banyak lembaga pendidikan Islam yang bermunculan dan menunjukkan tren positif.


“Ini belum termasuk lembaga pendidikan yang dikelola oleh swasta dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi,” ujarnya.


Jika Muhammadiyah tidak melakukan revitalisasi bahkan melakukan tranformasi yang dinamis dan progresif maka dengan jelas Muhammadiyah akan tertinggal. Dalam konteks ini, lembaga Pendidikan Muhammadiyah harus mengangkat diri, memunculkan diri serta memiliki daya juang yang kuat.


“Kekuatan Muhammadiyah berada pada spiritnya, spirit untuk melakukan pembaharuan, spirit kemandirian, dan spirit bekerja tanpa pamrih. Inilah kekuatan Muhammadiyah, ketika suatu lembaga pendidikan menjadi amal usaha maka harus didukung oleh sistem yang bagus serta kesejahteraan pendidik yang lebih baik,” tutur Haedar.


Haedar melanjutkan bahwa pendidikan di Muhammadiyah harus seimbang antara aspek rohani (rabbaniyah) dan sosial (insaniyah). Menanamkan paham agama yang benar sangat penting bagi Muhammadiyah karena misi Islam yang sebenarnya adalah membangun peradaban.


“Kita harus bisa membawa persyarikatan semakin maju dan semakin berperan di Masyarakat. Maka dari itu, Muhammadiyah di setiap tempat harus mampu berinteraksi dengan masyarakatnya, jangan sampai kita menjadi orang yang terasingkan dari lingkungannya,” pungkasnya.


Hadir dalam rombongan, pengurus Dikdasmen PCM Gresik Kota Baru bersama Kepala Sekolah dan Waka SMA Muhammadiyah 10 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, SD Muhammadiyah GKB 1 dan SD Muhammadiyah GKB 2.


Sumber: SM



Demikian info terbaru Membangkitkan Spirit Transformasi Pendidikan Muhammadiyah – Berita , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

Marketer Berita Lahir di Sekolah Muhammadiyah GKB – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan info terkini, Marketer Berita Lahir di Sekolah Muhammadiyah GKB

Sekolah Muhammadiyah GKB mencetak para marketer bidang berita melalui Pelatihan Jurnalistik, Sabtu (2/2/20).
Musaini (dua dari kanan) dan Mohammad Nurfatoni (dua dari kiri) saat pembukaan. (Mar’atus Sholichah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Marketer berita dilahirkan di Sekolah Muhammadiyah GKB melalui Pelatihan Jurnalistik, Sabtu (2/2/20).

Kegiatan yang dilaksanakan di Synergy Room SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik ini mengangkat tema Menulis Berita Semudah Menikmati Kudapan.

Kegiatan yang dilaksanakan tim Sinergi Jurnalistik dan HRD (Human Resource Developmant) Majelis Dikdasmen PCM GKB Gresik dengan mengundang narasumber Pemimpin Redaksi PWMU.CO, Mohammad Nurfatoni.

Dalam sambutan, Ketua Tim Sinergi Jurnalistik Ichwan Arif SS MHum menyampaikan kegiatan ini diikuti sebanyak 53 peserta.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

“Selain dari 4 sekolah dari Majelis Dikdasmen GKB, kami juga mengundang 13 peserta dari sekolah mitra,” ujarnya.

Dijelaskan program pelatihan penulisan berita yang masuk tahap II ini bukan sekadar membuat berita, tetapi juga belajar berliterasi.

Ichwan Arif berharapannya nantinya peserta yang ikut pelatihan dapat membantu sekolah untuk update kegiatan sekolah.

“Pelatihan ini bisa memberi nilai tambah dan motivasi dalam menulis,” tuturnya.

Suasana pelatihan menulis berita di SMPM 12 GKB (Imam Buchori/PWMU.CO)

Informasikan Kegiatan Sekolah ke Wali Siswa

Sekretaris Majelis Dikdasmen PCM GKB Drs Musaini dalam sambutan menjelaskan dunia pendidikan kita tidak bisa melihat satu komponen saja tapi harus menyeluruh.

“Sebagai sekolah, tentu sasaran kita adalah calon wali siswa yang akan mendaftar di sekolah kita. Mereka membutuhkan informasi yang komprehensif tentang sekolah kita,” papar Musaini.

Dia menjelaskan, kegiatan di sekolah sekecil apapun itu harus tetap diinformasikan kepada wali siswa dan juga calon wali siswa.

Mereka, lanjutnya, bisa tahu kegiatan di sekolah seperti apa, kemudian mereka dapat memberikan nilai positif untuk kita. Langkah ini adalah cara menyebarkan informasi tersebut kepada tetangganya.

Musaini berharap pelatihan menulis berita ini bisa memberikan pengalaman yang bagus untuk semua peserta.

“Tujuan pelatihan kita kali ini yang pertama adalah untuk mengangkat nama sekolah dan yang kedua meningkatkan kompetensi peserta sendiri,” paparnya.

Nah nantinya, sambungnya, para marketer berita ini bisa membantu sekolah dalam bidang marketing. Bisa ikut mempromosikan berita sekolah melalui sosmed.

“Yang penting lagi adalah setelah acara ini akan lahir banyak kontributor PWMU.CO,” tandasnya. (*)

Kontributor Mar’atus Sholicha dan Dyah Nanda P. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.



Demikian info terkini Marketer Berita Lahir di Sekolah Muhammadiyah GKB , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

DPRD Kepulauan Anambas Mendadak Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan – NewsMuh



news.tarjih.id menayangkan informasi terbaru, DPRD Kepulauan Anambas Mendadak Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

PWMJATENG.COM, SOLO – Bertepatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari, Ketua Pansus Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kepulauan Anambas Ahmad Yani Provinsi Kepulauan Riau secara mendadak mengunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan.

Di dampingi Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas PPPA dan PM Kota Surakarta Sri Suharti, Kepala Seksi Pengembangan dan Perlindungan Anak Andriani, Rr. Ajati Udi Utami J. serta Harminto Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta.

Kedatangan rombongan sebanyak 25 dewan yang tidak terduga ini diterima langsung oleh Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, beliau diajak langsung melihat inovasi M1 Smart yang berfungsi sebagai alat transaksi di BUM’s, kantin sehat, perpustakaan terakredtasi A dari Perpusnas, absensi siswa, e-money, e-uks, e-infaq, dan radio solo belajar di lantai 3 pada Jum’at (21/2/2019).

Dalam kesempatan wawancara dengan lugas Ahmad Yani menjelaskan tujuan kunjungannya dalam rangka penyusunan rancangan peraturan daerah kabupaten layak anak.

Karena di Solo ini mendapatkan Reward penghargaan-penghargaan maka tepatlah kiranya datang ke Solo untuk mempelajari hal-hal yang sudah baik, kita terapkan di daerah, memang di daerah secara kelembagaan kita memang belum kuat. Kami sifatnya implikasi di lapangan, di masyarakat sudah kita lakukan tahap demi tahap untuk kebaikan terutama demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami melihat di sini SD Muhammadiyah 1 cukup luar biasa dengan kondisi lahan terbatas tetapi memaksimalkan ruangan sehingga semua serba ada untuk pelayanan anak dalam rangka perbandingan untuk penyusunan Raperda,” kata Ahmad Yani.

Predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA) Utama kembali Kota Surakarta pada tahun 2019. Prestasi ini merupakan prestasi ulangan yang ketiga kalinya secara beruntun karena di tahun 2017 dan 2018.

Kepala Sekolah Unggul, Sehat, Pendidikan Karakter berbasis Tik dan Budaya Sri Sayekti, menyatakan, patut berbangga karena sekolah dikunjungi anggota DPRD Riau bersama Pemerintah Kota Surakarta.

“al Hamdulillah, memang sekolah berkomitmen untuk terus mebenahi diri, berbenah menjadi sekolah ramah anak. Tidak hanya melengkapi sarpras ramah anak tapi berbenah secara spiritual maupun material,” ujar Sayekti.

Ada salah satu peserta kunjungan bertanya apakah diperbolehkan tamu merokok?
“Kebiasaan merokok salah satu penyebab utama terjadinya risiko kesehatan, termasuk serangan kanker dan gangguan kehamilan. Seperti Slogan “Rokok Membunuhmu,”pungkas Jatmiko wakil kepala sekolah bidang Humas ketika turut mendampingi kunjungan. (Humas, Jatmiko)



Post Views:
32



Demikian informasi terbaru DPRD Kepulauan Anambas Mendadak Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Sumber

NU – MUHAMMADIYAH: Kata Buya Hamka … – News.Tarjih.ID





Ternyata Muhammadiyah awalnya pada zaman KH. Ahmad Dahlan memiliki prosedur ibadah (ubudiah) dan prinsip agama yang sama dengan NU. Sama dengan Madzab Syafii, keyakinan yang diformulasikan oleh Imam Abu Hasan Al-Ash & ari (Ash & # 39; ariyah) sehingga prosedur untuk sholat, mencuci, zikir, dll adalah sama.

Perbedaannya pada waktu itu adalah sistem pendidikan. Ini karena KH. Ahmad Dahlan tertarik dengan pembaruan Islam yang melanda dunia Arab pada waktu itu dari ide-ide Syaikh Muhammad Abduh, Rosyid Ridho, dan Jamaluddin Al-Afghani yang menekankan pentingnya umat Islam mempelajari ilmu-ilmu modern dari Barat agar tidak tertinggal di belakang mereka (orang Kristen?). Oleh karena itu KH. Ahmad Dahlan kemudian mendirikan sistem madrasah (sekolah) dengan menggabungkan pengetahuan agama dengan ilmu umum. Sementara pendidikan NU terus mempertahankan tradisi lama (pesantren) dengan sistem Sorogan dan Bandongan. Sorogan adalah model pelafalan seperti di surau-surau atau langgar di zaman kuno dengan mengajarkan Alquran kemudian menirunya. Sedangkan untuk Bandongan dengan mendengarkan ketika seorang ulama / kyai membaca buku atau hadits kuning.

Inilah yang membedakan NU. Begitu dilihat dari sistem pendidikan pelengkap. Muhammadiyah kemudian belajar banyak dari pendidikan modern, bahkan KH. Ahmad Dahlan juga tidak jarang melihat yayasan-yayasan Katolik di Yogyakarta (di Kota Baru, sebelah timur Sungai Code atau di sebelah barat Lapangan Kridosono) mengamati bagaimana mengatur organisasi pendidikan dan sosial (sekolah, rumah sakit, gerakan kepanduan, dll. Yang sudah didirikan) . Hasilnya juga dapat dilihat dari kemajuan sekolah, rumah sakit (PKO) untuk bersaing dengan Rumah Sakit Bethesda dari Yayasan Katolik yang biasa ia tiru.

Pendirian sekolah (dampak politik etis Belanda) dan rumah sakit juga merupakan bagian dari kegiatan Kristenisasi / misionaris. Tapi KH. Ahmad Dahlam mengambil sisi positif sebagai bagian dari modernisasi sehingga umat Islam tidak akan tertinggal oleh dunia Barat.

Sebenarnya, pertama kali didirikan bukan Muhammadiyah, tetapi Jamiat Khoir pada 1901 didirikan oleh keturunan Arab, terutama habib, yaitu Sayyid Aboebakar bin Alie bin Shahab, Sayyid Abdullah bin Hoesin Alaijdroes, Sayyid Alwi bin Abdulrachman Alhabsi, Sayyid Aboebakar bin Alie bin Shahab, Sayyid Abdullah bin Hoesin Alaijdroes, Sayyid Alwi bin Abdulrachman Alhabsi, Sayyid Aboebakar bin Mohamad Alhabsi, Sayyid Abdullah bin Hoesin Alaijdroes Aboebakar bin Abdullah Alatas, Sayyid Aijdroes bin Achmad bin Shahab dan lainnya. Dan KH. Ahmad Dahlan sebagai kyai Jawa lainnya pada masanya dekat dengan habib, bahkan nama Ahmad Dahlan sendiri adalah hadiah dari gurunya yang juga habib ketika belajar di Mekah, Sayyid Abubakar Syatho (sebelumnya Ahmad Dahlan bernama Darwis).

Muhammadiyah sendiri ketika didirikan (1912), tidak bisa dilupakan dengan dorongan Jamiat Khoir (bahkan sebelum KH. Ahmad Dahlan juga anggota Jamiat Khoir) terutama atas dorongan Sayyid Abdullah bin Alwi Alatas, ia memberi dana untuk pendirian asosiasi Muhammadiyah. Asosiasi ini (Jamiat Khoir dan Muhammadiyah) didirikan sebagai reaksi terhadap kondisi umat Islam di era Hindia Belanda, terutama di Jawa yang pada waktu itu tidak mampu menghadapi tantangan zaman karena keterbelakangan masyarakat dan masyarakat. kondisi pendidikan Islam yang dianggap kuno, sehingga tidak mampu mengantisipasi dan bersaing dengan sekolah Misionaris dan Zending (Katolik dan Protestan). Dua hal ini adalah tujuan mengapa Jamiat Khoir dan organisasi Muhammadiyah didirikan (pada waktu itu).



sumber: https://www.youtube.com/watch?v=rlePJa-oNRY