Demi Umat, Muhammadiyah Dorong Tarif Cukai Tembakau Maksimal

Jakarta, Gatra.com – Organisasi Muhammadiyah meminta Pemerintah menetapkan tarif cukai tembakau secara signifikan, untuk melindungi masyarakat dari dampak industri rokok. 

Pengenaan tarif cukai rokok yang signifikan ini menjadi salah satu hasil kesimpulan dari Muhammadiyah Economic Team yang telah melakukan pengkajian terkait dampak merokok secara ekonomi.  

“Industri rokok menjadi penghisap ekonomi bagi masyarakat miskin di Indonesia,” kata Dr. Mukhaer Pakanna salah satu anggota tim. 

Tim ini terdiri atas ahli bidang ekonomi, bidang kesehatan, bidang tarjih dan tajdid, bidang pendidikan dan majelis lingkungan hidup. 

Dibentuk untuk bekerja sama dengan berbagai jaringan internal Muhammadiyah dan organisasi-organisasi eksternal dalam rangka penguatan terhadap advokasi cukai dan harga rokok di Indonesia. 

Paparan hasil penelitian itu disampaikan dalam High level Meeting yang mengambil tema kenaikan cukai dan harga rokok untuk melindungi masyarakat dan generasi penerus bangsa di Gedung Pengurus Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Selasa, (09/10).

Bulan ini, memang dijadwalkan Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai, Kementerian Keuangan akan menerbitkan peraturan menteri keuangan (PMK) terkait tarif cukai rokok yang berlaku pada 2019. 

Ekonom lain, Diah Setyawati Dewanti menegaskan, pentingnya menaikkan harga rokok dengan menaikkan tarif cukai dalam melindungi masyarakat miskin dan generasi muda. 

Karena kenaikan cukai dari pengamatan mereka sangat signifikan untuk mengendalikan jumlah perokok. “Dari penelitian kami, penurunan 10% harga rokok, bisa menurnkan setidaknya 4% konsumsi rokok,” katanya. 

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Nugroho Wahyu Widodo menyatakan, selama ini sebenarnya Pemerintah sudah serius mengendalikan masalah tembakau. 

Ia mencontohkan, kenaikan tarif  selama ini hingga 15% sudah sangat tinggi, dibanding negara lain, misalnya Filipina yang hanya menaikkan hingga 11%. “Besarnya tarif itu juga tiga kali lipat dari tingkat inflasi,” kata Nugroho. 

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh, Prof. Yunahar Ilyas, menyatakan, Muhammadiyah, sejak 2010 sudah konsisten mengawal pengendalian tembakau ini untuk melindungi umat. 

Sejak 2010, Muhammadiyah memang sudah mengeluarkan fatwa bahwa merokok haram. “Sekarang, semua gedung, fasilitas umum milik Muhammadiyah sudah bebas asap rokok,” katanya. 


Mukhlison

Berita yang berjudul " Demi Umat, Muhammadiyah Dorong Tarif Cukai Tembakau Maksimal " ini bersumber dari : https://www.gatra.com/rubrik/kesehatan/353214-Demi-Umat-Muhammadiyah-Dorong-Tarif-Cukai-Tembakau-Maksimal

Terimakasih sudah membaca dan silahkan untuk dibagikan :)

344
Demi Umat, Muhammadiyah Dorong Tarif Cukai Tembakau Maksimal

Source:gatra.com

Demi Umat, Muhammadiyah Dorong Tarif Cukai Tembakau Maksimal