Menyambut Bulan Ramadan” – Sang Pencerah – NewsMuh



news.tarjih.id menampilkan berita terbaru, Menyambut Bulan Ramadan” – Sang Pencerah

Oleh Abdul Gaffar Ruskhan

Apa kabar Bapak, Ibu, Saudaraku? Semoga kita diberi kesehatan dan kekuatan dalam memasuki bulan Ramadan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kapadamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Surah al-Baqarah:183)

Insyaalah, pada hari Jumat, 24 April 2020 bulan suci Ramadan akan datang. Kaum muslimin harus bergembira akan kedatangan bulan yang dinanti-nantikan itu. Mengapa demikian? Di dalamnya terdapat keberkahan, rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Kegembian umat Islam sebetulnya sudah dimulai ketika masuknya bulan Rajab dan berlanjut ke bulan Syakban. Doa yang dianjurkan Rasulullah dan sering kita ucapkan merupakan bukti kegembiraan kita sebagi umat Islam. Doa itu adalah

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Bagian kalimat terakhir menunjukkan kerinduan umat Islam untuk bertemu dengan Ramadan. Kerinduan itu menggambarkan kegembiraan.

Apakah dalam kondisi pandemi Corona ini kita harus bersedih karena tidak dapat berpuasa dengan sempurna? Itu bukan menjadi penghalang bagi orang beriman. Mereka mesti tegar dalam kondisi senang dan sulit. Apakah kegembiraan kita akan berkurang? Tentu tidak. Bukankah kita lebih banyak berdiam di rumah dan dibatasi gerak kita ke luar rumah. Hal itu memungkinkan kita untuk melaksanakan puasa dengan baik. Kita tidak kepanasan dan kehujanan sebagaimana biasanya ketika kita bebas ke luar rumah untuk mencari nafkah atau untuk keperkuan lain. Sementara itu, pada bulan Ramadan ini kondisi alam yang menyebabkan kita kelelahan rasanya tidak akan terjadi. Oleh karena itu, kedatangan Ramadan kita sambut dengang “Marhaban ya Ramadan, syahrus-siyam wasyahrul-qiyam” ‘Selamat datang Ramadan, bulan puasa dan bulan ibadah malam’.

Rasulullah saw. Bersabda

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ 

“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu. Demi Allah, pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1.000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan. (HR Ahmad dan Nasai ).

Berdasarkan hadis itu, mukmin diwajibkan melaksanakan puasa dan diberi kesempatan untuk mendulang pahala dengan berbagai ibadah pada siang apalagi malam hari di bulan Ramadan. Kalau Allah membukakan pintu-pintu langit, berarti semua doa akan dikabulkan. Jika Allah mengunci pintu-pintu neraka, berarti Allah mengampuni dosa-dosa kita dan tidak akan tersentuh kulit kita dari api neraka. Jika setan dibelenggu, berarti peluang untuk mengitu ajakan setan untuk bermaksiat tertutup. Jika Allah menyedikan satu malam yang nilai ibadah kita lebih dari 1.000 bulan, berarti Allah mendorong kita untuk meraih ibadah yang maksimal. Siapa yang tidak gembira dengan kehebatan nilai puasa dan ibadah pada bulan Ramadan?

Apa yang dapat kita lakukan menjelang beberapa hari Ramadan tiba? Ikhlaskan dan tuluskan niat kita, perbaiki hubungan silaturahimi dan kemaafan dengan orang lain, perbanyak istigfar, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.

Keikhlasan niat itu penting. Ibadah puasa, termasuk ibadah apa pun yang kita lakukan, bergantung pada niat.

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya segala amal itu tidak lain tergantung pada niat. Sesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari) apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari)

Selain itu, silaturarahmi diperbanyak dengan saling kunjung, pada saat ini saling ber-SMS atau ber-WA, untuk bertanya dan saling mendoakan. Silaturahmi di media sosial diikuti dengan minta ketulusan hati dan maaf untuk memasuki bulan suci. Sebagai manusia, kita sering salah kepada orang lain: salah berucap, bertingkah, dan berbuat. Mukmin yang baik adalah selalu mamaafkan orang yang minta maaf. Bahkan, yang pada takwa adalah orang yang memaafkan orang lain sebelum minta maaf.

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
lالَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang dan sempit, orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (QS. Ali ‘Imran : 134)

Semoga Ramadan yang akan segera tiba membawa keberkahan hidup, meningkatkan kualitas iman dan takwa kita sehingga kita dapat melasanakan puasa dan ibadah lain di dalamnya.

Wailallahi turja’u-umur.
Wassalamualaikum wr wb.

—++—-+——–

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan pesantren Almuflihun yang diasuh oleh ust. Wahyudi Sarju Abdurrahmim, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899



Demikian berita terbaru Menyambut Bulan Ramadan” – Sang Pencerah , semoga dapat menambah wawasan , referensi dan bermanfaat.

Referensi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *