Menikmati Asyiknya Berlibur di Bhakti Alam sebelum Kembali Mengabdi – NewsMuh


 

Peserta saat berfoto bersama di gerbang I Love Bhakti Alam. (Anik/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kegembiraan menghiasai wajah-wajah guru dan karyawan TK Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Gresik saat bersama anak-anak mereka melakukan rekreasi dan studi wisata di Bhakti Alam, Pasuruan, Rabu (11/7/18), seperti yang dituturkan salah satu guru Anik Nur Asiyah berikut ini.

***

Perjalanan menggunakan bus mini dari Kota Pudak diwarnai oleh kemacetan di sekitar pabrik mi instan di daerah Manyar Gresik. Maklum, pada pukul 06.00 adalah jam pergantian shift di pabrik tersebut. Para pekerja datang dan pulang berbarengan.

Puncak kemacetan di pagi hari berlangsung hingga pukul 07.00 saat Para karyawan memenuhi jalan, baik di jalan dengan kendaraan mereka ataupun yang sedang berjalan di trotoar.

Memasuki tol Manyar, suasana tidak begitu padat. Laju bus yang tidak begitu cepat membuat sebagian orang yang berada di dalam bis tertidur. Masuk tol kepadatan antrean mulai terlihat. Tetapi setelah itu jalanan lenggang kembali. Kecepatan bus pun bertambah.

Saat berbagi snack para peserta pun terbangun dari tidurnya. Aneka gorengan, polo pendem, dan lainnya siap dinikmati. Jika pemandangan sebelumnya hanyalah deretan pabrik dan tambak garam, kini berganti dengan gunung yang menjulang tinggi yang terlihat indah saat berada di tol Pandaan. Keluar dari tol Pandaan bus berhenti sebentar untuk menurunkan penumpang yang hendak ke toilet.

Bus kembali melaju. Saat memasuki daerah Tutur Pasuruan terlihat pohon sengon dan jati berjajar di pinggir jalan. Jalanan yang dilalui tidak lagi jalan besar tapi jalanan desa yang lebih kecil tetapi masih bisa dilalui oleh dua kendaraan. Pemandangan sawah, perbukitan, perkebunan dan sungai terlihat di kanan dan di kiri pedesaan itu. Cukup indah dan memanjakan mata.

Tujuh kilometer memasuki lokasi masih terlihat perkebunan. Pohon mangga, mahoni, tebu, naga dan pohon kapuk yang sudah terlihat berguguran daunnya saat sedang berbuah.

Meskipun kami masih berada di dalam bus tapi sudah bisa membayangkan udara di luar: sejuk dan segar untuk dihirup.

Ya benar, cukup segar udaranya. Terasa saat penumpang turun dari bus ketika tiba di tempat tujuan. Segarnya udara yang sudah sangat jarang di dapat di kota asal terutama di pusat kota, terhirup masuk sampai paru-paru.

Di lokasi tujuan, setelah mendapat tiket, rombongan melewati jembatan menuju antrean mobil wisata dengan jendela terbuka yang akan membawa rombongan berkeliling menikmati wisata alam di perkebunan dengan luas sekitar 60 hektar ini.

Area pertama melewati kebun jambu di sebelah kiri dan peternakan kambing etawa di sebelah kanan. Selain kambing, ada juga sapi dan kuda yang terdapat di sebelah kiri setelah melewati kebun jambu.

Ahmad Mubjadi, tour guide yang sudah lima tahun bekerja di tempat itu menjelaskan, hasil dari susu hewan yang didapat akan di olah menjadi keju, susu, dan yoghurt—yang nanti salah satunya yakni susu bisa dinikmati pengunjung di lokasi pemberhentian pertama, unit pengolahan lele dan Milk Kingdom.

Berpose di Milk Kingdom. (Anik/PWMU.CO)

Setelah melihat proses pembuatan krupuk dan abon lele serta menikmati susu, rombongan melanjutkan ke area pemberhentian kedua. Sebelum tiba di area kedua, mobil melewati green house yang ditanami melon, buah yang bisa dipanen saat usia 65-70 hari. Di sebelah kiri terlihat kebun kelengkeng. Tapi sayang waktu panen pohon bulan maret kemarin sudah berlalu.

Kekecewaan itu terbayar ketika memasuki area wisata kedua. Di pintu masuk, rombongan disambut dengan mencicipi hasil panen golden melon yang sangat manis. Setelah puas mencicipi melon, rombongan menuju kebun hidroponik. Seledri, sawi, selada, dan labu terlihat tertanam di kebun dengan media air itu.

Perjalanan selanjutnya menuju stan jamu dan kripik. Di tempat ini pengunjung mencicipi jamu sinom dan beras kencur yang sudah disediakan di gelas plastik kecil. Aneka macam kripik bisa dibeli untuk oleh-oleh di stand ini.

Saat menuju tempat pemberhentian wisata yang terakhir, mobil melewati kebun buah naga dan juwet—buah yang sekarang sudah menjadi buah yang langkah. Area kunjungan terakhir adalah area utama yang ada di lokasi wisata Bhakti Alam ini. Waterpark, area selfi, cottage, mushala, permainan anak, pusat belanja buah, dan food court bisa dinikmati para pengunjung yang datang.

Para guru dan karyawan TK Aisyiyah 36 PPI pun bergegas turun dari mobil dan menikmati wahana yang ada. Tentunya area selfi-lah yang dituju pertama kali. Setelah puas berfoto ria, waterpark menjadi tujuan berikutnya. Anak-anak pun riang gembira bermain air di area ini.

Selesai bermain air, shalat dan berbelanja, tibalah rombongan TK Aisyiyah 36 PPI berjalan kembali melewati jembatan menuju bus untuk pulang kembali ke Gresik.

Kegembiraan, tawa dan canda, kepuasan menikmati kebersamaan dan aneka wisata alam yang ada menjadikan guru dan karyawan TK Aisyiyah 36 merasa semakin dekat, fresh kembali dan siap untuk nenyambut tahun pelajaran 2018-2019 di awal minggu depan nanti.

Kepada PWMU.CO, Kurniawati, kepala TK Aisyiyah 36 PPI mengatakan, tujuan dari refreshing ini adalah untuk mempererat kebersamaan antar guru di luar kebersamaan di TK. “Ini adalah rencana yang sempat tertunda, dikarenakan kesibukan pekerjaan dan urusan pribadi masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, Nia—sapaannya—menambahkan, refreshing ini juga untuk mempererat kebersamaan anak-anak guru yang dulu pernah sama-sama bersekolah di TK. “Semoga ini bisa men-charge energi untuk persiapan pengabdian kami untuk mengajar lagi hari Senin lusa,” ungkapnya. (*)

The post Menikmati Asyiknya Berlibur di Bhakti Alam sebelum Kembali Mengabdi appeared first on pwmu.co.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *